Museum Marsinah Diresmikan Prabowo, Pemerintah Angkat Kembali Sejarah Perjuangan Buruh Indonesia

- Jurnalis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 08:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk sebagai penghormatan terhadap perjuangan buruh Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk sebagai penghormatan terhadap perjuangan buruh Indonesia.

RAKYATMERAHPUTIH = Pemerintah kembali menunjukkan perhatian terhadap sejarah perjuangan buruh di Indonesia. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan Museum Ibu Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Peresmian museum tersebut menjadi salah satu agenda penting Presiden selain menghadiri panen raya jagung nasional dan peluncuran sejumlah program ketahanan pangan di berbagai daerah.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan, museum tersebut dibangun sebagai bentuk penghormatan kepada Marsinah yang dikenal sebagai simbol perjuangan buruh Indonesia.

“Bapak Presiden Prabowo Subianto besok dijadwalkan meresmikan Museum Ibu Marsinah di Kabupaten Nganjuk sebagai bentuk penghormatan kepada pahlawan buruh Indonesia,” ujar Johnny di Jakarta, Jumat (15/5/2026).

Nama Marsinah sendiri memiliki tempat tersendiri dalam sejarah gerakan buruh Indonesia. Ia dikenal sebagai aktivis buruh yang memperjuangkan hak-hak pekerja pada era 1990-an.

Peresmian museum ini dinilai menjadi langkah penting pemerintah dalam menjaga ingatan sejarah sekaligus memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai perjuangan kaum pekerja di Indonesia.

Baca Juga :  Suksesi Pakoe Boewono XIV, LDA Tidak Punyai Kekuatan Hukum Mengikat

Selain sebagai tempat edukasi sejarah, museum tersebut juga diharapkan menjadi destinasi wisata edukatif yang dapat menarik masyarakat untuk mengenal lebih jauh perjalanan perjuangan buruh di Tanah Air.

Agenda Presiden di Jawa Timur tidak hanya berkaitan dengan sejarah perjuangan buruh. Pemerintah juga menggabungkan agenda tersebut dengan program ketahanan pangan nasional yang saat ini menjadi prioritas.

Usai meresmikan museum, Presiden dijadwalkan mengikuti panen raya jagung kuartal II secara serentak bersama jajaran Polda dan Polres di seluruh Indonesia.

Program panen raya itu menjadi simbol sinergi pemerintah, Polri, petani, dan stakeholder lainnya dalam memperkuat produksi pangan nasional.

Johnny mengatakan, Polri melalui Satgas Pangan terus mendukung berbagai program pemerintah untuk menjaga stabilitas pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

“Polri bersama stakeholder terkait mendukung penuh program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” katanya.

Tak hanya itu, Presiden juga akan meresmikan pengoperasionalan 166 SPPG yang tersebar di 18 provinsi serta melakukan peletakan batu pertama pembangunan 10 gudang ketahanan pangan nasional.

Baca Juga :  Konflik Internal Golkar Bengkulu Memanas, PAW Ketua DPRD Digugat ke PN Jakarta Barat

Pemerintah menilai pembangunan gudang pangan sangat penting untuk menjaga ketersediaan stok pangan di daerah serta memperkuat distribusi hasil pertanian.

Langkah tersebut sekaligus menjadi strategi pemerintah menghadapi ancaman krisis pangan global yang belakangan mulai menjadi perhatian banyak negara.

Pengoperasian SPPG dan pembangunan gudang pangan diharapkan mampu meningkatkan kesiapan daerah dalam menjaga cadangan pangan dan mengendalikan harga kebutuhan pokok.

Menurut Johnny, seluruh program itu merupakan langkah konkret pemerintah dalam membangun sistem pangan nasional yang lebih kuat dan terintegrasi.

“Pengoperasionalan 166 SPPG di 18 provinsi dan pembangunan 10 gudang ketahanan pangan merupakan langkah konkret pemerintah dalam memperkuat ekosistem pangan nasional,” jelasnya.

Peresmian Museum Marsinah pun menjadi simbol bahwa pembangunan bangsa tidak hanya fokus pada sektor ekonomi dan pangan, tetapi juga menghargai sejarah perjuangan rakyat.

Berita Terkait

Tak Hanya Kerahkan Kapal, Pelindo Bengkulu Buka Posko dan Siapkan Logistik Evakuasi KM Prima Sentosa
TNI Siapkan Karya Bakti Besar di Bengkulu: Jembatan, Rumah, Sekolah hingga Puskesmas Dibidik
607 Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Bengkulu Rampung
Lahan 6.064 Hektare Penghasil Sayur di Rejang Lebong Alih Fungsi Sawit
Giliran Pimpinan DPRD Kota Bengkulu Dipanggil KPK
Usulan Hibah Tanah Eks Gubernur Masih Berproses
Gubernur Helmi Kunjungi Korban Kebakaran Pengantungan. Korban: Kami Merasa Tidak Sendirian
Kaesang Datang ke Bengkulu, PSI Perkuat Fondasi Politik Jelang Pemilu 2029
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Tak Hanya Kerahkan Kapal, Pelindo Bengkulu Buka Posko dan Siapkan Logistik Evakuasi KM Prima Sentosa

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:30 WIB

TNI Siapkan Karya Bakti Besar di Bengkulu: Jembatan, Rumah, Sekolah hingga Puskesmas Dibidik

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:35 WIB

607 Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Bengkulu Rampung

Rabu, 23 September 2026 - 15:46 WIB

Lahan 6.064 Hektare Penghasil Sayur di Rejang Lebong Alih Fungsi Sawit

Senin, 7 September 2026 - 15:57 WIB

Giliran Pimpinan DPRD Kota Bengkulu Dipanggil KPK

Berita Terbaru