GMNI dan HMI Siap Tempuh Jalur Hukum, Desak Rektorat Klarifikasi Dugaan Kekerasan

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026 - 19:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAKYAT.ERAHPUTIH – Dugaan tindakan penganiayaan yang melibatkan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Dehasen Bengkulu terhadap kader organisasi mahasiswa berbuntut panjang. DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Bengkulu dan Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Bengkulu menyatakan siap menempuh jalur hukum.

Insiden yang terjadi saat pelaksanaan Pemilihan Raya (Pemira) itu disebut melibatkan penggunaan dua tongkat milik petugas keamanan kampus. Informasi tersebut dihimpun dari keterangan di lokasi kejadian.

Ketua DPC GMNI Bengkulu, Restu Alam, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan persoalan ini berhenti pada klarifikasi internal semata.

Baca Juga :  Kapolda: Tidak Ada Ruang Bagi Pelaku Kejahatan, 324 Kasus 3C Diungkap 

“Jika benar telah terjadi penganiayaan terhadap kader kami, maka ini berpotensi masuk dalam ranah pidana dan akan kami proses secara hukum,” tegasnya.

Muhammad Bintang, Ketua Umum HMI Cabang Bengkulu, menyatakan organisasinya siap mendampingi korban membuat laporan resmi kepada aparat penegak hukum.

“HMI tidak akan tinggal diam. Kampus bukan tempat intimidasi. Kami akan kawal proses ini hingga tuntas,” ujarnya.

Selain menempuh jalur hukum, kedua organisasi mendesak pihak rektorat untuk segera menyampaikan klarifikasi terbuka kepada publik. Mereka juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan kegiatan kemahasiswaan.

Baca Juga :  Gelontorkan Anggaran Rp2 Miliar, BPJS Ketenagakerjaan Beri Perlindungan Kecelakaan Kerja hingga Santunan Kematian

Bagi GMNI dan HMI, pernyataan sikap bersama ini merupakan bentuk komitmen menjaga marwah dunia pendidikan. Mereka berharap setiap dugaan kekerasan di lingkungan kampus dapat ditangani secara adil dan transparan.

Kedua organisasi juga menekankan pentingnya menjaga ruang demokrasi mahasiswa agar tetap sehat dan beradab. Mereka berharap semua pihak dapat menahan diri dan menyerahkan proses pada mekanisme hukum yang berlaku.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Bekal dari Pelabuhan untuk Kampus, GM Pelindo Bengkulu Ajak Mahasiswa UNIB Bermimpi Besar
Dorong Tata Kelola Transparan, Kejati Bengkulu dan Pelindo Lanjutkan Kerja Sama Hukum
Pemprov Bengkulu Matangkan Verval KDMP, Siapkan Penandatanganan Serentak
Kekerasan Anak Tak Hanya Luka Fisik, Kejati Bengkulu Ajak Masyarakat Lebih Peka
Truk Batu Bara Tak Lewat Padang Serai, Pemprov Bengkulu Siapkan Kajian Jalur Khusus
Stok Pemerintah Makin Kuat, BULOG Genjot Penyerapan Hasil Panen Petani
PHRI Bengkulu Warning Satpol PP soal Sidak Hotel: Jangan Tanya Izin di Lapangan
Proses SK Perpanjangan Selesai Bulan Ini, BKD Fokus Optimalisasi PPPK Paruh Waktu
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Bekal dari Pelabuhan untuk Kampus, GM Pelindo Bengkulu Ajak Mahasiswa UNIB Bermimpi Besar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Dorong Tata Kelola Transparan, Kejati Bengkulu dan Pelindo Lanjutkan Kerja Sama Hukum

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Pemprov Bengkulu Matangkan Verval KDMP, Siapkan Penandatanganan Serentak

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Kekerasan Anak Tak Hanya Luka Fisik, Kejati Bengkulu Ajak Masyarakat Lebih Peka

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Stok Pemerintah Makin Kuat, BULOG Genjot Penyerapan Hasil Panen Petani

Berita Terbaru