RAKYATMERAHPUTIH – Aktivitas warga di kawasan Pasar Minggu Kota Bengkulu sempat dibuat resah oleh keberadaan seorang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berinisial ‘J’ yang diduga melakukan tindakan mengancam terhadap pengunjung pasar.
Kejadian itu membuat masyarakat merasa takut dan tidak nyaman saat berbelanja. Satpol PP Kota Bengkulu pun langsung turun tangan setelah menerima laporan dari warga.
Kepala Satpol PP Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang mengatakan, peristiwa tersebut bermula saat seorang ibu selesai berbelanja di Pasar Minggu dan hendak meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor.
Namun secara tiba-tiba, ODGJ berinisial ‘J’ mengarahkan sepotong kayu ke arah korban hingga membuat korban panik.
“Setelah belanja dan mau pulang, tiba-tiba orang tersebut mengarahkan kayu ke ibu itu,” kata Sahat, Jumat (15/05/2026).
Menurutnya, tindakan tersebut sudah masuk kategori membahayakan masyarakat karena berpotensi melukai korban maupun pengunjung pasar lainnya.
Karena itu, Satpol PP langsung mengambil tindakan cepat agar situasi di Pasar Minggu kembali aman dan kondusif.
“Kalau dibiarkan tentu masyarakat jadi takut ke pasar. Jangan sampai kejadian serupa kembali terjadi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pihaknya menerima laporan warga beserta rekaman video kejadian. Setelah memastikan identitas pria tersebut, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan penjemputan.
ODGJ tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) di kawasan Lingkar Barat Kota Bengkulu agar mendapatkan penanganan medis secara serius.
“Kita jemput dan langsung kita bawa ke rumah sakit jiwa di Lingkar Barat,” jelas Sahat.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan demi menjaga ketentraman masyarakat sekaligus memastikan yang bersangkutan memperoleh penanganan kesehatan yang tepat.
Sahat mengaku, keberadaan ODGJ di ruang publik memang membutuhkan perhatian bersama karena berkaitan dengan keamanan masyarakat dan kondisi kesehatan pasien itu sendiri.
Ia menyebut tindakan yang dilakukan ‘J’ cukup membahayakan karena kayu yang diarahkan ke korban bisa menyebabkan cedera apabila mengenai bagian tubuh tertentu.
“Kalau sampai kena wajah tentu bisa berbahaya,” katanya.
Meski korban tidak mengalami luka serius, namun sempat muncul bekas kemerahan akibat kejadian tersebut.
“Memang tidak luka berat, tapi ada bekas merah,” tambahnya.
Sahat juga mengungkapkan bahwa laporan terkait ODGJ tersebut sebenarnya sudah beberapa kali diterima sebelumnya. Namun kejadian terbaru dianggap cukup serius sehingga harus segera ditindaklanjuti.
“Sebelumnya memang sudah ada laporan sekitar awal Mei dan tanggal 10 Mei,” ujarnya.
Kejadian itu membuat sebagian warga Pasar Minggu mengaku khawatir ketika beraktivitas, terutama ibu-ibu yang datang untuk berbelanja pada pagi hari.
Karena itu, masyarakat berharap pemerintah dapat meningkatkan pengawasan terhadap keberadaan ODGJ di tempat umum agar tidak membahayakan warga.
Satpol PP Kota Bengkulu sendiri memastikan akan terus melakukan pengawasan di sejumlah titik keramaian untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Selain penindakan, pihaknya juga mengedepankan pendekatan kemanusiaan dengan membawa ODGJ ke fasilitas kesehatan agar mendapatkan perawatan yang layak.
“Harapan kita kondisi beliau membaik setelah ditangani di rumah sakit,” tutup Sahat.
Dengan langkah cepat tersebut, aktivitas masyarakat di Pasar Minggu kini kembali berjalan normal dan warga mulai merasa lebih aman saat berbelanja.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









