RAKYATMERAHPUTIH – Lonjakan mobilitas masyarakat jelang Natal dan Tahun Baru 2026 menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Bengkulu. Dinas Perhubungan memastikan layanan transportasi tetap berjalan optimal di tengah ancaman cuaca ekstrem akibat Siklon Tropis Bakung.
Untuk menjaga kelancaran dan keselamatan perjalanan, Dishub Bengkulu mendirikan empat pos pelayanan strategis. Tiga pos melayani sektor laut di kawasan Pelindo, Pelabuhan Kahyapu, dan Pelabuhan Malakoni. Satu pos lainnya mengawasi lalu lintas udara di Bandara Fatmawati.
Kepala Dishub Provinsi Bengkulu Hendri Kurniawan menjelaskan, pos pelayanan ini tidak sekadar menjadi pusat informasi, tetapi juga ruang pengambilan keputusan cepat. Setiap perkembangan cuaca langsung diterjemahkan menjadi kebijakan operasional.
“Posko ini berfungsi memastikan pelayanan tetap berjalan, namun dengan prinsip keselamatan sebagai prioritas. Bila kondisi cuaca tidak memungkinkan, kami tidak ragu menghentikan sementara pelayaran atau penerbangan,” ujarnya.
Dishub menggandeng BMKG dan BPBD untuk mendapatkan pembaruan cuaca secara real time. Koordinasi lintas lembaga ini dinilai krusial, mengingat periode Nataru kerap diwarnai peningkatan penumpang di pelabuhan dan bandara.
Berdasarkan data BMKG, Siklon Tropis Bakung berpotensi memicu gelombang tinggi di perairan Bengkulu. Kondisi ini berdampak langsung pada jadwal kapal penumpang dan kapal logistik yang menghubungkan wilayah kepulauan.
“Informasi cuaca kami sampaikan secara terbuka kepada operator dan masyarakat. Transparansi ini penting agar pengguna jasa bisa merencanakan perjalanan dengan aman,” kata Hendri.
Di sektor udara, pengawasan diperketat melalui posko Bandara Fatmawati. Dishub bekerja sama dengan otoritas bandara dan maskapai untuk memastikan standar keselamatan penerbangan tetap terpenuhi.
Sementara itu, jalur darat juga tak luput dari perhatian. Posko khusus didirikan di Liku Sembilan Bengkulu Tengah, titik rawan longsor di jalur penghubung Kepahiang–Benteng. Dinas PU menyiapkan alat berat guna merespons cepat bila terjadi gangguan.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga kelancaran distribusi barang dan mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun. Dishub menilai, kesiapan infrastruktur dan koordinasi antarinstansi menjadi kunci sukses pelayanan transportasi.
Hendri mengimbau masyarakat agar selalu mengikuti informasi resmi dan tidak memaksakan perjalanan saat kondisi cuaca buruk. “Keselamatan adalah layanan terbaik yang bisa kami berikan,” katanya.
Dengan pendekatan ini, Dishub Bengkulu berupaya menyeimbangkan antara kelancaran arus perjalanan dan keselamatan publik di tengah tantangan cuaca ekstrem.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









