RAKYATMERAHPUTIH – Pertemuan tiga tokoh politik pada pertengahan Desember itu mungkin terlihat seperti agenda formal biasa. Namun bagi para petani di Rejang Lebong dan Kepahiang, pertemuan tersebut bisa menjadi titik balik perbaikan jalan, jembatan, dan irigasi bukan sekadar infrastruktur tapi itu adalah hidup mereka.
Diketahui Pada Jumat, 18–19 Desember 2025, Bupati Kepahiang Zurdinata dan Bupati Rejang Lebong HM Fikri Thobari bertemu dengan Ketua DPD RI Sultan B Najamudin. Dalam waktu yang relatif singkat, hasil konkrit diperoleh. Pemerintah pusat langsung mengagendakan rapat koordinasi lintas kementerian pada 22 Desember mendatang.
Jalan rusak yang sempat viral di Kepahiang menjadi simbol keterisolasian. Truk pengangkut sayur sering terperosok di jalan berlubang. Hasil kopi dan sayuran, komoditas utama daerah, tidak jarang terlambat tiba di pasar.
Sultan B Najamudin menegaskan komitmen pendampingan daerah. Ia mendorong kementerian terkait mengambil langkah cepat. Dalam konteks ekonomi daerah, infrastruktur bukan ornamen pembangunan. Itu menentukan harga jual panen, biaya distribusi, dan waktu tempuh.
Jika irigasi terbangun, hasil panen meningkat. Jika jalan akses ke pasar lancar, harga jual dapat stabil. Dengan kehadiran Kemenko Pembangunan Kewilayahan, PUPR, dan Bappenas, harapan pembangunan infrastruktur dasar mulai konkret.
Jika rapat ini menghasilkan keputusan, maka dua hal penting bisa terjadi. Percepatan pembangunan melalui APBN dan Prioritas program nasional di dua kabupaten itu.
Lebih dari itu, masyarakat berharap bukan hanya rencana, tapi alat berat benar-benar turun ke lapangan. Jika jalan Kepahiang tidak lagi berlubang, distribusi hasil pertanian bisa meningkat hingga 30 persen, menurut data pemerintah daerah.Dalam kondisi ini, infrastruktur adalah denyut ekonomi rakyat. Harapan kini berada di meja rapat Jakarta.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









