RAKYATMERAHPUTIH – PT Pelindo (Persero) Regional 2 Bengkulu terus meningkatkan kualitas pelayanan Pelabuhan Pulau Baai melalui program normalisasi alur pelayaran yang dilakukan secara berkelanjutan.
General Manager PT Pelindo Regional 2 Bengkulu Dr. Dimas Rizky Kusmayadi mengatakan saat ini kedalaman alur telah mencapai minus 6,5 meter Mean Low Water Spring (mLWS) dan akan dilanjutkan menuju target minus 12 meter mLWS.
Proses tersebut saat ini memasuki tahap administrasi dan tender pekerjaan. Menurut Dimas, Pelindo juga menerapkan sistem pemantauan kondisi alur setiap minggu untuk memastikan sedimentasi dapat dikendalikan sejak dini.
“Alur pelayaran merupakan urat nadi pelabuhan sehingga harus dipantau dan dirawat secara berkala,” ujarnya.
Ia menjelaskan kondisi alam di Pulau Baai menyebabkan sedimentasi cukup tinggi. Setiap hari pasir yang masuk ke alur diperkirakan mencapai 2.000 hingga 5.000 metrik ton sehingga pengerukan rutin menjadi kebutuhan utama.
Pelaksanaan normalisasi tersebut merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2025 yang memberikan penugasan kepada Pelindo dalam percepatan penanganan alur pelayaran Pelabuhan Pulau Baai.
Dimas menambahkan, peningkatan kapasitas pelabuhan mulai menunjukkan hasil. Volume barang yang masuk melalui Pulau Baai meningkat dari sekitar 400 ribu ton menjadi 600 ribu ton. Potensi tersebut diperkirakan akan terus bertambah setelah pengembangan kawasan industri dan pendalaman alur selesai dilaksanakan.
Dengan perbaikan infrastruktur dan pengembangan kawasan industri, Pelindo optimistis Pelabuhan Pulau Baai akan menjadi pusat logistik dan industri baru yang mampu meningkatkan daya saing ekonomi Bengkulu.
Ditambahkan Dimas Dimas Rizky Kusmayadi, mengatakan Pelindo telah menyiapkan kawasan pengembangan industri seluas 215 hektare berdasarkan Rencana Induk Pelabuhan yang telah ditetapkan pemerintah sejak 2016.
Sebagai tahap awal, Pelindo akan mengembangkan lahan seluas 50 hingga 75 hektare sesuai regulasi Kementerian Perindustrian.
“Ada beberapa investor dari luar negeri yang sudah berkomunikasi dan menyatakan minat membuka industri di Kawasan Pelabuhan Pulau Baai,” ujar Dimas.
Menurutnya, kawasan industri tersebut akan difokuskan pada pengolahan hasil laut, hasil perkebunan, hasil pertambangan, serta pusat logistik modern.
Salah satu calon investor bahkan berencana membangun industri pengolahan hasil laut terpadu mulai dari proses produksi, pembekuan, pengemasan hingga pengalengan sehingga komoditas Bengkulu memiliki nilai tambah sebelum dipasarkan.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi








