RAKYATMERAHPUTIH – Pemerintah Kota Bengkulu bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bengkulu memperluas jangkauan bantuan sosial kepada masyarakat yang dinilai membutuhkan.
Tidak hanya menyasar kalangan janda, perhatian kini diberikan kepada para duda dan penggali kubur yang selama ini jarang tersentuh program bantuan.
Sekitar 600 paket sembako disalurkan kepada penerima dalam kegiatan yang berlangsung di Masjid Agung At-Taqwa, Kelurahan Anggut Atas, Kota Bengkulu, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia dan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mengatakan, perluasan penerima bantuan dilakukan karena pemerintah melihat masih terdapat kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian.
Selama ini, menurut Dedy, program bantuan Baznas lebih banyak diarahkan kepada kalangan janda. Namun, kondisi ekonomi yang membutuhkan perhatian tidak hanya dialami kelompok tersebut. Ada pula duda yang dinilai layak mendapatkan bantuan.
“Selama ini kita fokus janda, tapi sekarang kita juga perhatikan para duda yang memang layak menerima bantuan,” ujar Dedy.
Langkah tersebut menjadi upaya Pemkot Bengkulu bersama Baznas agar penyaluran bantuan dapat menjangkau kelompok masyarakat secara lebih luas.
Selain para duda, perhatian juga diberikan kepada penggali kubur yang selama ini memiliki peran dalam kehidupan sosial masyarakat.
Pekerjaan mereka mungkin jarang terlihat dalam keseharian. Namun ketika ada warga meninggal dunia, penggali kubur menjadi bagian penting dalam membantu proses pemakaman.
Dedy menilai kelompok tersebut sudah selayaknya mendapatkan perhatian.
“Tidak kalah pentingnya para penggali kubur. Selama ini kita kurang memberi perhatian. Yang memandikan jenazah sudah kita perhatikan, Pak Imam juga begitu, tetapi penggali kubur belum,” ungkapnya.
Pernyataan itu sekaligus menjadi pengakuan bahwa masih terdapat kelompok pelayan sosial masyarakat yang belum sepenuhnya terjangkau perhatian pemerintah.
Karena itu, penyaluran sembako kali ini tidak sekadar menjadi kegiatan pembagian bantuan. Pemkot Bengkulu ingin membuka ruang perhatian yang lebih luas terhadap masyarakat yang selama ini bekerja dan berperan di tengah lingkungan tempat tinggalnya.
Bantuan kebutuhan pokok diharapkan dapat membantu meringankan pengeluaran keluarga penerima, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pemkot Bengkulu juga berharap pola kepedulian tersebut dapat terus berlanjut. Artinya, penerima program sosial ke depan tidak hanya terpaku pada kelompok tertentu, tetapi dapat menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Perhatian kepada penggali kubur bahkan direncanakan berlanjut dalam bentuk fasilitas penunjang.
Dedy mengungkapkan adanya rencana penyediaan tenda portabel untuk digunakan di area pemakaman. Tenda tersebut nantinya dapat dimanfaatkan saat proses pemakaman, terutama untuk memberikan perlindungan dari panas.
“Nanti mungkin dari Baznas dan juga APBD kita beri bantuan tenda. Tidak usah besar, cukup misalnya 2×3 meter, yang penting tenda portable. Itu perlu kita perhatikan,” kata Dedy.
Rencana tersebut masih menjadi bagian dari perhatian Pemkot Bengkulu terhadap kebutuhan sederhana yang selama ini mungkin belum menjadi prioritas.
Dengan langkah ini, Pemkot Bengkulu bersama Baznas ingin memastikan program sosial tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan kepada kelompok yang selama ini sudah menjadi penerima rutin.
Kelompok lain yang memiliki keterbatasan ekonomi maupun memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat juga mulai mendapat ruang perhatian.
Penyaluran sekitar 600 paket sembako kepada para duda dan penggali kubur menjadi salah satu langkah untuk memperluas jangkauan kepedulian tersebut.









