Diplomasi Prabowo Dipuji, 1.819 Pos Tarif RI Dapat Akses Preferensial ke AS

- Jurnalis

Senin, 23 Februari 2026 - 09:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAKYATMERAHPUTIH – Keberhasilan Indonesia memperoleh penurunan tarif ekspor dari potensi 32 persen menjadi 19 persen dari Amerika Serikat dinilai sebagai capaian diplomasi yang signifikan. Tak hanya itu, sebanyak 1.819 pos tarif juga mendapatkan akses preferensial, termasuk fasilitas tarif 0 persen untuk komoditas strategis.

Komoditas yang masuk dalam skema tarif 0 persen tersebut antara lain minyak sawit, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, hingga komponen pesawat terbang. Kebijakan ini dinilai membuka peluang besar bagi ekspor nasional.

Ketua DPD RI, Sultan Baktiar Najamudin, menyebut kesepakatan ini sebagai bukti kepiawaian Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan diplomasi ekonomi di tengah turbulensi geopolitik global.

“Kesepakatan dagang ini menjadi bukti kepiawaian Presiden Prabowo menerapkan politik bebas aktif Indonesia di antara pemimpin negara-negara maju,” ujarnya.

Baca Juga :  Polda Bengkulu Perkuat Cadangan Logistik, Gudang Pangan 1.000 Ton Mulai Dibangun

Menurut Sultan, capaian tersebut juga didukung oleh kesamaan visi pembangunan ekonomi dan agenda perdamaian dunia dari kedua negara. Sebagai sesama anggota G20, Indonesia dan Amerika Serikat memiliki potensi pasar yang sama-sama menjanjikan.

Ia menilai, dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, kemampuan menjaga stabilitas hubungan ekonomi menjadi kunci. Penurunan tarif yang cukup signifikan akan berdampak langsung pada harga produk Indonesia di pasar Amerika.

Dengan tarif lebih rendah, eksportir Indonesia memiliki ruang lebih besar untuk bersaing. Bahkan untuk komoditas dengan tarif 0 persen, potensi peningkatan volume ekspor sangat terbuka.

Sultan juga melihat dampak jangka panjang dari kesepakatan ini terhadap struktur ekonomi nasional. Jika dimanfaatkan secara optimal, Indonesia tidak hanya menjadi eksportir bahan mentah, tetapi juga mampu memperkuat industri pengolahan.

“Selisih tarif yang timpang sangat menentukan daya saing harga di pasar utama global. Ini kesempatan besar yang harus dimanfaatkan,” tegasnya.

Baca Juga :  Bapemperda DPRD Lebong Segera Bentuk Raperda Kopi untuk Dongkrak PAD

Ia berharap seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat maupun daerah, dapat bersinergi agar manfaat kesepakatan dagang ini terasa hingga ke sektor riil.

Bagi Indonesia, pasar Amerika Serikat merupakan salah satu tujuan ekspor utama. Karena itu, setiap kebijakan tarif memiliki dampak besar terhadap neraca perdagangan nasional.

Dengan akses preferensial terhadap 1.819 pos tarif, pelaku usaha di berbagai sektor kini memiliki peluang lebih luas untuk menembus pasar tersebut. Dari sektor perkebunan hingga industri teknologi, semuanya berpotensi tumbuh.

Sultan menegaskan, diplomasi dagang yang berhasil ini harus diterjemahkan menjadi kebijakan konkret di dalam negeri agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Stok Beras Nasional Lampaui 5 Juta Ton, Indonesia Makin Siap Hadapi Gejolak Pangan
Aktivis: Sufmi Dasco Ahmad Perkuat Supremasi Sipil dan Jaga Aspirasi Rakyat di DPR
Gerindra Seluma: Keputusan Presiden Ganti Kepala BGN Demi Sukseskan Program MBG
Kapolda: Tidak Ada Ruang Bagi Pelaku Kejahatan, 324 Kasus 3C Diungkap 
KUHAP Baru Polres Mukomuko Sosialisasikan Perubahan Besar Sistem Peradilan
Indonesia dan Arab Saudi Sepakat Perkuat Teknologi Pengamanan Haji
Final Sesama Atlet Polri, Bukti Kekuatan Indonesia di SEA Police Badminton Championship 2026
Pemprov Bengkulu Ancam Laporkan PKS yang Abaikan Harga Sawit Resmi
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:48 WIB

Stok Beras Nasional Lampaui 5 Juta Ton, Indonesia Makin Siap Hadapi Gejolak Pangan

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:17 WIB

Aktivis: Sufmi Dasco Ahmad Perkuat Supremasi Sipil dan Jaga Aspirasi Rakyat di DPR

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:29 WIB

Gerindra Seluma: Keputusan Presiden Ganti Kepala BGN Demi Sukseskan Program MBG

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:49 WIB

Kapolda: Tidak Ada Ruang Bagi Pelaku Kejahatan, 324 Kasus 3C Diungkap 

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:08 WIB

KUHAP Baru Polres Mukomuko Sosialisasikan Perubahan Besar Sistem Peradilan

Berita Terbaru