RAKYATMERAHPUTIH – Proses seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Bengkulu mulai memasuki tahap akhir. Panitia Seleksi kini menyiapkan penjaringan 10 nama terbaik dari 15 kandidat yang mengikuti tahapan wawancara dan pemaparan makalah.
Tahapan tersebut menjadi ruang bagi Pansel untuk melihat langsung kemampuan setiap peserta dalam menyampaikan gagasan dan program kerja. Para kandidat diuji terkait pemahaman pengelolaan zakat, kepemimpinan organisasi, serta solusi terhadap berbagai tantangan Baznas ke depan.
Ketua Tim Pansel Baznas Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menjelaskan seluruh nilai dari rangkaian seleksi akan menjadi pertimbangan dalam menentukan peserta terbaik.
Dari hasil tersebut, Pansel akan menyerahkan 10 nama kepada Baznas Pusat untuk dilakukan proses selanjutnya sesuai mekanisme yang berlaku.
“10 nama akan kita kirim ke Baznas Pusat untuk selanjutnya direkomendasikan oleh pusat dan selanjutnya akan ditentukan oleh Pemprov untuk dilantik sebagai pimpinan Baznas ke depan,” kata Herwan.
Ia mengatakan seleksi ini menjadi langkah penting untuk mendapatkan pimpinan Baznas yang tidak hanya memenuhi syarat administrasi, tetapi juga memiliki kemampuan menjalankan amanah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Saefudin Latief, menyebut wawancara menjadi bagian penting dalam melihat kesiapan para kandidat.
Selain membahas makalah, penguji juga melihat cara peserta menjawab persoalan dan menawarkan inovasi bagi kemajuan Baznas.
“Banyak hal yang ditanyakan termasuk wawasan dan inovasi para peserta serta makalah yang dibedah dan dipaparkan di hadapan penguji untuk mengetahui kelayakan dari para calon pimpinan Baznas ini,” ujarnya.
Setelah rekomendasi Baznas Pusat diterbitkan, Pemerintah Provinsi Bengkulu akan menetapkan pimpinan Baznas Provinsi Bengkulu yang akan menjalankan tugas untuk periode lima tahun ke depan.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius








