RAKYATMERAHPUTIH – Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, tidak hanya menghadiri halal bihalal di Pondok Pesantren Salafiyah Darussalam Tegal Rejo, Kabupaten Bengkulu Utara, Jumat (10/4/2026), tetapi juga membawa kabar penting terkait program pembangunan berbasis pesantren.
Dalam kesempatan tersebut, Mian mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu akan memulai program pencetakan sawah di lingkungan pesantren sebagai bagian dari pengembangan sektor agribisnis.
Program ini merupakan tindak lanjut dari usulan pihak pesantren yang sebelumnya menginginkan pengembangan di bidang pertanian dan peternakan.
“Saat kunjungan sebelumnya, pesantren mengusulkan kegiatan agribisnis. Alhamdulillah tahun ini sudah kita bantu pencetakan sawah dan akan segera dilakukan penanaman perdana,” ujar Mian.
Menurutnya, program ini menjadi langkah strategis dalam mendorong kemandirian pesantren sekaligus meningkatkan ketahanan pangan di daerah.
Ia menilai pesantren memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat agribisnis berbasis komunitas.
Selain program pertanian, dalam kegiatan tersebut juga disalurkan bantuan sosial kepada masyarakat dan pesantren.
Bantuan yang diberikan berasal dari Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Bengkulu.
Sebanyak 150 paket sembako dan 1 ton beras disalurkan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan warga.
Penyaluran bantuan ini disambut antusias oleh masyarakat yang hadir dalam kegiatan halal bihalal tersebut.
Mian menegaskan bahwa pemerintah akan terus hadir di tengah masyarakat, terutama dalam mendukung kegiatan sosial dan keagamaan.
“Ini bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat dan pesantren. Kita ingin semua bisa merasakan manfaat pembangunan,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah dan pesantren perlu terus diperkuat, terutama dalam mengembangkan program-program berbasis masyarakat.
Dengan adanya program agribisnis dan bantuan sosial, diharapkan pesantren dapat semakin berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.
Mian optimistis bahwa kolaborasi ini akan menjadi model pembangunan yang efektif, terutama dalam mengintegrasikan pendidikan, ekonomi, dan sosial.
Kegiatan halal bihalal ini pun menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat dalam suasana penuh kebersamaan.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









