RAKYATMERAHPUTIH – Sejumlah provinsi di pesisir barat Sumatra kini berada dalam satu jalur gangguan cuaca ekstrem akibat pergerakan Bibit Siklon Tropis 91S. Bengkulu termasuk daerah yang diprediksi akan paling merasakan dampaknya mulai Jumat pagi.
Fenomena atmosfer tersebut menyebabkan potensi hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi di Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Kepulauan Nias, serta perairan selatan Banten. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, hingga abrasi pesisir.
Pergerakan siklon yang mulai mengarah ke selatan-barat daya Bengkulu menjadi sorotan pemerintah daerah. Gubernur Helmi Hasan menegaskan bahwa seluruh perangkat Pemprov, termasuk Dinas PU, Dinas Sosial, dan BPBD, harus berada dalam mode percepatan respon.
“Kami instruksikan semua OPD untuk siaga penuh. Jika ada tanda-tanda bencana, sekecil apa pun, tindakan cepat wajib dilakukan,” ujar Helmi.
BPBD Bengkulu menyiapkan tim reaksi cepat, alat berat di lokasi rawan longsor, serta pendataan daerah rentan banjir di sembilan kabupaten/kota. Warga diimbau menghindari aktivitas di sekitar sungai serta tidak memaksakan perjalanan di daerah rawan longsor.
Gangguan cuaca ini diprediksi masih berlangsung hingga beberapa hari ke depan, meski Bibit Siklon 91S perlahan bergerak menjauhi Indonesia. Pemerintah daerah juga memperkuat koordinasi dengan BMKG dan Basarnas untuk memastikan kesiapsiagaan masyarakat tetap optimal.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









