RAKYATMERAHPUTIH – Menyongsong 2026, Pemerintah Provinsi Bengkulu tak hanya membenahi fisik daerah, tetapi juga mental dan karakter aparatur. Salah satu terobosan yang disorot adalah pelaksanaan Retreat Merah Putih.
Program ini disampaikan gubernur saat memimpin apel pagi di Kantor Gubernur Bengkulu, Senin 29 Desember 2025. Berbeda dari retreat pada umumnya, kegiatan ini tidak digelar di barak militer.
“Retreat kita tidak bernuansa militer. Kita laksanakan di rumah ibadah sesuai agama masing-masing,” ujar Helmi.
Pesertanya beragam. Mulai dari ASN, Tenaga Harian Lepas (THL), hingga masyarakat umum. Tujuannya satu: penguatan nilai kebangsaan dan mitigasi sosial melalui pendekatan spiritual.
Menurut Helmi, tantangan birokrasi ke depan bukan hanya soal kinerja, tetapi juga integritas dan empati. ASN dituntut bekerja cepat, bersih, dan berorientasi pada pelayanan.
Program Retreat Merah Putih ini ke depan akan lebih difokuskan. Tidak hanya melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), tetapi juga pelajar. Pemerintah ingin nilai kebangsaan ditanamkan sejak dini.
Sejumlah peserta retreat mengaku merasakan suasana berbeda. Kegiatan di rumah ibadah dinilai lebih menenangkan dan reflektif, dibanding pendekatan disiplin kaku.
Di saat yang sama, gubernur menegaskan bahwa penguatan karakter ini harus sejalan dengan kinerja nyata. Infrastruktur tetap digenjot, pelayanan publik diperbaiki, dan program sosial diperluas.
“Semangat melayani rakyat harus jadi napas kita bersama,” ujarnya.
Menutup arahannya, Helmi mengajak ASN dan masyarakat menjadikan 2026 sebagai tahun pengabdian. Bukan sekadar bekerja, tetapi benar-benar hadir untuk rakyat Bengkulu.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









