RAKYATMERAHPUTIH – Insiden pohon tumbang kembali terjadi di Kota Bengkulu. Jumat subuh (2/1/2026), sebuah pohon mahoni tua dengan tinggi lebih dari 10 meter roboh di Jalan Seruni, Kelurahan Nusa Indah. Kejadian ini bukan hanya merusak usaha warga, tetapi juga memicu kekhawatiran soal keselamatan publik di tengah cuaca ekstrem.
Batang pohon ambruk ke badan jalan, menutup akses lalu lintas dan menghantam bangunan usaha milik warga. Suasana subuh yang biasanya lengang mendadak berubah panik. Warga keluar rumah, memastikan tidak ada korban jiwa.
Wahyu, pemilik usaha yang terdampak, mengatakan pohon tersebut roboh secara tiba-tiba usai hujan deras yang mengguyur sejak malam sebelumnya.
“Tidak ada tanda-tanda. Hujan deras saja dari kemarin malam, lalu subuh roboh begitu saja,” katanya.
Kerusakan pada bangunan usaha membuat aktivitas ekonomi terhenti. Selain itu, jalan yang tertutup total memaksa pengendara mencari jalur lain. Kondisi ini cukup merepotkan, terutama bagi warga yang hendak berangkat kerja atau mengantar anak sekolah.
Yang membuat warga semakin resah, kejadian pohon tumbang di kawasan tersebut bukan kali pertama. Bahkan, sehari sebelum malam tahun baru, insiden serupa terjadi dan hampir menimpa pengguna jalan.
“Sudah sering. Ini yang paling parah karena kena usaha dan tutup jalan,” ujar salah satu warga sekitar.
Tak berselang lama, petugas Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu datang ke lokasi setelah menerima laporan. Proses evakuasi dilakukan dengan cepat untuk membuka kembali akses jalan dan mencegah kemacetan berkepanjangan.
Batang pohon dipotong menjadi beberapa bagian, lalu diangkut keluar lokasi. Ranting dan daun dibersihkan agar tidak membahayakan pengguna jalan.
Meski evakuasi berjalan lancar, warga menilai langkah ini belum cukup. Mereka berharap pemerintah daerah melakukan pendataan dan pengecekan menyeluruh terhadap pohon-pohon tua di sepanjang jalan kota.
Menurut warga, banyak pohon besar yang akarnya sudah tidak kuat, terutama setelah diguyur hujan deras berhari-hari. Tanpa antisipasi, risiko pohon tumbang akan terus mengancam.
Cuaca ekstrem diprediksi masih akan berlangsung. Hujan dengan intensitas tinggi bukan hanya memicu banjir dan longsor, tetapi juga meningkatkan risiko pohon tumbang di kawasan perkotaan.
Peristiwa di Jalan Seruni menjadi alarm bagi semua pihak. Keselamatan warga, kelancaran lalu lintas, dan keberlangsungan usaha kecil sangat bergantung pada kesiapan pemerintah dan kesadaran bersama menghadapi dampak cuaca ekstrem.
Warga berharap, kejadian ini menjadi yang terakhir dan diikuti langkah nyata pencegahan, bukan sekadar penanganan setelah bencana terjadi.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









