Moratorium ASN dan PPPK Paruh Waktu, Strategi Bengkulu Menjaga Fiskal

- Jurnalis

Sabtu, 3 Januari 2026 - 13:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mendorong pengembangan jagung, kedelai hingga cetak sawah melalui program Dua Hektare Satu Desa untuk memperkuat kedaulatan pangan Bengkulu.

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mendorong pengembangan jagung, kedelai hingga cetak sawah melalui program Dua Hektare Satu Desa untuk memperkuat kedaulatan pangan Bengkulu.

RAKYATBENGKULU – Kebijakan pengangkatan PPPK Paruh Waktu di Provinsi Bengkulu tidak berdiri sendiri. Gubernur Helmi Hasan merangkainya dengan langkah moratorium perpindahan ASN sebagai strategi menjaga kesehatan fiskal daerah sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.

Dalam pelantikan 4.369 PPPK Paruh Waktu di Kota Bengkulu, Helmi menjelaskan bahwa pemerintah daerah harus cermat membaca tantangan keuangan ke depan. Belanja pegawai yang terlalu besar berpotensi menggerus ruang pembangunan. Karena itu, kebijakan fiskal harus disusun dengan disiplin dan visi jangka panjang.

Helmi menegaskan, PPPK Paruh Waktu dibiayai dari belanja barang dan jasa. Dengan skema ini, pemerintah daerah tetap dapat mengakomodasi kebutuhan tenaga kerja tanpa menambah beban belanja pegawai.

“Kalau berpengaruh, tentu kita sampaikan pertimbangan. Tapi ini sudah aman,” ujarnya.

Baca Juga :  Masuk RPJMD, Pemprov Bengkulu Targetkan Blankspot Tuntas Bertahap

oratorium perpindahan ASN menjadi kebijakan penting lainnya. Selama ini, arus masuk ASN dari kabupaten dan kota kerap meningkatkan belanja pegawai provinsi secara signifikan. Sementara itu, pendapatan daerah tidak selalu tumbuh sebanding. Kondisi ini, jika dibiarkan, dapat mengganggu stabilitas APBD.

“Tidak boleh lagi ada penerimaan pindah, kecuali darurat,” kata Helmi. Bahkan dalam kondisi darurat sekalipun, mekanisme yang diterapkan bersifat sementara. Gaji ASN tersebut tetap dibebankan ke daerah asal, bukan ke APBD provinsi.

Di sisi lain, Pemprov Bengkulu membuka pintu selebar-lebarnya bagi ASN yang ingin berkarier ke luar daerah. Menurut Helmi, mobilitas ASN harus dipandang sebagai dinamika positif birokrasi, selama tidak membebani keuangan daerah.

Target belanja pegawai di bawah 30 persen pada 2027 menjadi patokan utama. Helmi menilai, target ini realistis jika kebijakan dijalankan secara konsisten. Selain itu, ruang fiskal yang tercipta dapat dialihkan untuk sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Baca Juga :  Razia Malam di Nabire, Satgas Damai Cartenz Amankan Senjata Tajam Saat Patroli Gabungan

Pelantikan PPPK Paruh Waktu juga menjadi simbol perubahan pendekatan pemerintah terhadap tenaga non-ASN. Negara tidak lagi menutup mata terhadap pengabdian mereka, namun tetap menjaga disiplin anggaran.

Helmi mengingatkan, status PPPK bukan sekadar pengakuan administratif. Ada tanggung jawab moral dan profesional untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Sekarang bukan waktunya bersantai. Justru ini awal pengabdian yang lebih besar,” ujarnya.

Bagi pemerintah daerah, kebijakan ini menjadi contoh bagaimana reformasi birokrasi dapat berjalan seiring dengan kehati-hatian fiskal. Bengkulu mencoba membuktikan bahwa efisiensi dan keadilan bisa berjalan beriringan.

Berita Terkait

Bekal dari Pelabuhan untuk Kampus, GM Pelindo Bengkulu Ajak Mahasiswa UNIB Bermimpi Besar
Dorong Tata Kelola Transparan, Kejati Bengkulu dan Pelindo Lanjutkan Kerja Sama Hukum
Pemprov Bengkulu Matangkan Verval KDMP, Siapkan Penandatanganan Serentak
Kekerasan Anak Tak Hanya Luka Fisik, Kejati Bengkulu Ajak Masyarakat Lebih Peka
Truk Batu Bara Tak Lewat Padang Serai, Pemprov Bengkulu Siapkan Kajian Jalur Khusus
Stok Pemerintah Makin Kuat, BULOG Genjot Penyerapan Hasil Panen Petani
PHRI Bengkulu Warning Satpol PP soal Sidak Hotel: Jangan Tanya Izin di Lapangan
Proses SK Perpanjangan Selesai Bulan Ini, BKD Fokus Optimalisasi PPPK Paruh Waktu
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Bekal dari Pelabuhan untuk Kampus, GM Pelindo Bengkulu Ajak Mahasiswa UNIB Bermimpi Besar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Dorong Tata Kelola Transparan, Kejati Bengkulu dan Pelindo Lanjutkan Kerja Sama Hukum

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Pemprov Bengkulu Matangkan Verval KDMP, Siapkan Penandatanganan Serentak

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Kekerasan Anak Tak Hanya Luka Fisik, Kejati Bengkulu Ajak Masyarakat Lebih Peka

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Stok Pemerintah Makin Kuat, BULOG Genjot Penyerapan Hasil Panen Petani

Berita Terbaru