RAKYATMERAHPUTIH – Setelah bertahun-tahun menunggu, masyarakat Kabupaten Kaur akhirnya mendapat kepastian terkait dua ruas jalan paling kritis di wilayah itu akan diperbaiki pada tahun 2026. Tidak tanggung-tanggung, Pemerintah Provinsi Bengkulu menggelontorkan Rp 44 miliar, naik drastis dari Rp 12 miliar pada 2025.
Bagi warga Kaur, ini bukan sekadar anggaran. Ini adalah simbol harapan baru. Ruas Tanjung Kemuning – Datar Lebar dan Kaur Tengah – Muara Sahung adalah jalur hidup yang menghubungkan pusat ekonomi, sekolah, fasilitas kesehatan, dan aktivitas Masyarakat Sehari-hari.
Di musim hujan, dua ruas ini sering berubah menjadi medan ekstrim, lubang besar penuh air, aspal yang terkelupas, hingga jembatan kecil yang rawan ambruk, pada musim kemarau pengelihatan pengemudi dihalangi dengan kabut debu.
Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Samsu Amanah, menilai bahwa penambahan anggaran ini adalah titik balik bagi masa depan ekonomi Kaur.
“Kalau dua ruas itu selesai diperbaiki, biaya distribusi turun, akses pendidikan lebih mudah, dan roda ekonomi bergerak lebih cepat,” tegasnya.
Diungkapkan Anggota Fraksi Golkar ini , Ruas Tanjung Kemuning – Datar Lebar mendapat alokasi Rp 17 miliar. Jalur ini melayani lima kecamatan sekaligus dan selama ini menjadi rute wajib warga menuju pusat ibu kota Kabupaten Kaur.
Sementara ruas Kaur Tengah – Muara Sahung mendapat alokasi Rp 27 miliar, menjadikannya salah satu proyek terbesar di Kabupaten Kaur pada APBD 2026.
Samsu menegaskan bahwa pembangunan ini akan membuka ruang ekonomi baru, mempersingkat waktu tempuh, serta menurunkan harga komoditas karena distribusi logistik menjadi lebih efisien.
“Tidak hanya soal jalan mulus. Ini soal masa depan ekonomi Kaur,” katanya.









