RAKYATMERAHPUTIH – Tahun 2026 menjadi titik awal penegasan arah kerja Pemerintah Provinsi Bengkulu. Melalui Apel Perdana Tahun 2026, pemerintah daerah mengingatkan kembali seluruh aparatur sipil negara untuk bekerja lebih dekat dengan masyarakat. Apel digelar di Kantor Gubernur Bengkulu dan dipimpin Wakil Gubernur Bengkulu, Mian.
Dalam sambutannya, Mian menyampaikan bahwa tantangan pembangunan ke depan menuntut ASN untuk lebih aktif dan responsif. Ia menilai, pendekatan kerja yang terlalu administratif tidak lagi cukup menjawab kebutuhan masyarakat.
“Yang paling utama di tahun 2026 ini adalah meningkatkan kinerja. ASN harus lebih fokus membantu rakyat,” katanya.
Menurut Mian, pemerintah tidak boleh berjarak dengan masyarakat. Pegawai diminta tidak hanya menunggu instruksi, tetapi juga berinisiatif melihat langsung persoalan yang ada di lapangan. Kehadiran pemerintah, kata dia, harus bisa dirasakan dalam kehidupan sehari-hari warga.
Ia mencontohkan berbagai persoalan sosial yang masih kerap ditemui, mulai dari masyarakat yang membutuhkan bantuan dasar hingga persoalan lingkungan dan infrastruktur. Semua itu, menurutnya, membutuhkan kepekaan dan kepedulian dari aparatur pemerintah.
“Lihat di sekitar kita. Siapa yang benar-benar membutuhkan. Di situlah peran kita sebagai pelayan masyarakat,” ujarnya.
Apel perdana ini juga menjadi ajang konsolidasi awal tahun. Pemerintah Provinsi Bengkulu ingin memastikan bahwa seluruh OPD memiliki visi yang sama dalam menjalankan program kerja. Mian mengingatkan agar tidak ada ego sektoral yang justru menghambat pelayanan publik.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak bisa dicapai jika setiap OPD berjalan sendiri. Kolaborasi dan komunikasi menjadi kunci utama agar program pemerintah tepat sasaran.
Selain itu, Mian menyoroti pentingnya etos kerja. Menurutnya, ASN harus mampu menunjukkan sikap profesional, disiplin, dan bertanggung jawab. Ia berharap, semangat kerja di awal tahun ini dapat dijaga hingga akhir tahun.
“Tahun baru, semangat baru. Jangan hanya bagus di awal, tapi konsisten sampai akhir,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Mian juga mengingatkan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar dalam mengelola kepercayaan publik. Kepercayaan masyarakat, kata dia, hanya bisa dijaga jika pemerintah bekerja dengan jujur dan transparan.
Apel yang diikuti ratusan ASN ini berlangsung dengan tertib. Para peserta tampak mengikuti arahan dengan serius. Pemerintah daerah berharap, apel ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi benar-benar diikuti dengan perubahan pola kerja di lapangan.
Bagi Pemprov Bengkulu, tahun 2026 diharapkan menjadi tahun penguatan pelayanan publik. Pemerintah ingin memastikan bahwa kebijakan yang diambil tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan pesan yang disampaikan dalam apel perdana ini, pemerintah daerah menegaskan kembali posisinya sebagai pelayan rakyat. ASN diminta untuk selalu mengingat bahwa keberadaan mereka adalah untuk membantu dan melayani masyarakat Bengkulu.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









