Bantuan Rp1 Miliar Diserahkan ke Aceh, Helmi Hasan Tinjau Wilayah Terdampak

- Jurnalis

Kamis, 11 Desember 2025 - 19:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAKYATMERAHPUTIH  – Gelombang solidaritas masyarakat Bengkulu kembali menggema, kali ini untuk membantu masyarakat Aceh yang tengah berjibaku memulihkan diri setelah dihantam bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor di penghujung 2025. Tak tanggung-tanggung, total donasi yang berhasil dihimpun masyarakat Bengkulu menembus angka Rp4,3 miliar, dan dari jumlah itu Rp1 miliar disalurkan khusus untuk Provinsi Aceh.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, dalam sebuah prosesi sederhana namun penuh makna di ruang kerja Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, di Banda Aceh, Rabu (10/12/2025). Bantuan ini merupakan kumpulan donasi dari berbagai kelompok masyarakat—ASN, pelaku usaha, komunitas, hingga warga biasa yang tergerak rasa kemanusiaannya.

Dalam sambutannya, Gubernur Helmi menegaskan bahwa bantuan tersebut bukan sekadar formalitas antardaerah, melainkan wujud nyata empati masyarakat Bengkulu terhadap sesama masyarakat Sumatra yang tengah tertimpa bencana.

“Ini amanah dari seluruh masyarakat Bengkulu. Mulai dari ASN, pengusaha, hingga masyarakat umum ikut berkontribusi. Semoga bantuan senilai Rp1 miliar ini dapat menjadi bagian dalam meringankan beban saudara-saudara kita di Aceh, dan membantu pemulihan pascabencana,” ujar Helmi Hasan.

Ia juga menjelaskan bahwa total donasi Bengkulu yang terkumpul untuk tiga provinsi terdampak—Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara—sebenarnya hanya ditargetkan Rp3 miliar melalui Baznas. Namun sambutan masyarakat begitu besar, sehingga jumlahnya tembus Rp4,3 miliar.

“Kita kira hanya terkumpul Rp3 miliar, tapi masyarakat menunjukkan kepeduliannya luar biasa. Dalam beberapa hari, jumlahnya langsung melampaui target,” imbuhnya.

Baca Juga :  Perbaikan Alur Pulai Baai, Kedalaman alur mencapai 6,5 meter

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada masyarakat Bengkulu dan Bapak Gubernur Helmi Hasan. Ini bukan hanya bantuan materi, tetapi bukti bahwa Aceh tidak sendirian. Kami akan memastikan donasi ini disalurkan secara tepat sasaran, terutama kepada masyarakat di daerah yang paling parah terdampak,” kata M. Nasir.

Aceh, dalam beberapa minggu terakhir, menjadi salah satu wilayah paling terdampak bencana hidrometeorologi. Banjir besar melanda sejumlah kabupaten, jembatan putus, ratusan rumah terendam, dan ribuan warga mengungsi. Beberapa titik longsor juga mengisolasi desa-desa di wilayah pegunungan.

Bantuan cepat seperti ini menjadi penting untuk menopang kebutuhan darurat korban bencana, mulai dari makanan siap saji, pakaian, selimut, hingga peralatan kebersihan.

Tak berhenti pada penyerahan simbolis, rombongan Pemprov Bengkulu langsung bergerak meninjau lokasi terdampak di Kabupaten Pidie Jaya dan Bireuen. Langkah ini dilakukan untuk melihat kondisi lapangan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan mendesak warga terdampak.

Helmi Hasan mengatakan peninjauan tersebut penting agar pemerintah daerah yang memberi bantuan memiliki pemahaman langsung mengenai kondisi korban.

“Kami ingin melihat bagaimana masyarakat di lapangan bertahan. Ada rumah yang masih tertutup lumpur, ada jembatan yang putus, dan warga di pengungsian yang masih membutuhkan bantuan lanjutan,” ujarnya.

Sejumlah warga di Pidie Jaya dan Bireuen menyambut kedatangan rombongan dengan penuh haru. Bagi mereka, bantuan dari provinsi tetangga mempertegas bahwa solidaritas tidak pernah mengenal batas administratif.

Baca Juga :  Tahun 2026 Pemprov Bengkulu Siapkan Drainase dan Jalan Rawa Makmur Lebih Tinggi

Keberhasilan Bengkulu menghimpun Rp4,3 miliar dalam waktu singkat menjadi catatan tersendiri dalam respon kemanusiaan di wilayah Sumatra. Gerakan donasi dilakukan serentak oleh pemda, instansi vertikal, lembaga pendidikan, perusahaan swasta, hingga masyarakat umum.

Banyak pihak menilai langkah ini perlu menjadi contoh bagaimana daerah lain dapat bergerak cepat dan tepat dalam menghadapi bencana di wilayah tetangga. Selain mempercepat pemulihan korban, gerakan seperti ini juga mempererat hubungan sosial dan emosional antarprovinsi.

Bencana hidrometeorologi akhir tahun ini memang memukul sejumlah wilayah di Sumatra secara bersamaan. Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara semua mengalami banjir besar, longsor, dan rusaknya infrastruktur penting. Dalam situasi seperti itu, sinergi antardaerah menjadi penopang utama ketahanan masyarakat.

Bantuan Rp1 miliar yang dikirim ke Aceh hanyalah satu bagian dari rangkaian solidaritas yang lebih luas. Ke depan, Pemprov Bengkulu berkomitmen terus menyalurkan bantuan lanjutan sesuai kebutuhan. Pemerintah daerah ini juga mendorong agar masyarakat ikut menjaga semangat gotong royong sebagai kekuatan utama masyarakat Indonesia.

Kepedulian lintas wilayah seperti ini tidak hanya membantu percepatan pemulihan fisik, tetapi juga menumbuhkan kembali keyakinan bahwa ketika bencana datang, masyarakat Indonesia selalu menemukan cara untuk saling menguatkan.

Berita Terkait

Eks Kadis Pertambangan BU Dietapkan Tsk, Kejati Beri Sinyal Kaut Tsk Baru
Panitia Dibubarkan, Warisan Jamda VII Kaur Diharap Jadi Energi Baru Pembangunan SDM
MoU Bank Tanah Jadi Titik Balik, Bengkulu Bangun Ekonomi dari Aset Sendiri
Pelayanan Publik Bengkulu Berbenah, Gedung BPKB Baru Jadi Simbol Reformasi Layanan
Mars Kota Bengkulu dan Strategi Membangun Identitas Daerah
PH Minta Nilai Objektif, Fakta Sidang Tak Buktikan Eka Kacab Cucofindo Ada Unsur Korupsi
SK Gubernur Jadi Kunci, BPKAD Kebut Administrasi UP OPD Tahun 2026
Awal 2026, Polda Bengkulu Pastikan Harga Beras Aman dan Sesuai Aturan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 22:59 WIB

Eks Kadis Pertambangan BU Dietapkan Tsk, Kejati Beri Sinyal Kaut Tsk Baru

Rabu, 14 Januari 2026 - 00:14 WIB

Panitia Dibubarkan, Warisan Jamda VII Kaur Diharap Jadi Energi Baru Pembangunan SDM

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:37 WIB

MoU Bank Tanah Jadi Titik Balik, Bengkulu Bangun Ekonomi dari Aset Sendiri

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:51 WIB

Pelayanan Publik Bengkulu Berbenah, Gedung BPKB Baru Jadi Simbol Reformasi Layanan

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:14 WIB

Mars Kota Bengkulu dan Strategi Membangun Identitas Daerah

Berita Terbaru

Walikota  Bengkulu Dedy Wahyudi, menyatakan Mars Kota Bengkulu ditetapkan sebagai lagu wajib dalam acara resmi. Pemkot Bengkulu menilai lagu ini sebagai strategi membangun identitas dan kebersamaan warga

Bengkulu

Mars Kota Bengkulu dan Strategi Membangun Identitas Daerah

Selasa, 13 Jan 2026 - 20:14 WIB