RAKYATMERAHPUTIH – Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bengkulu tak hanya fokus pada jalan dan pelayanan sosial. Gubernur Bengkulu Helmi Hasan memastikan penataan lingkungan, khususnya normalisasi sungai dan drainase, menjadi prioritas utama. Komitmen itu disampaikan Helmi dalam rapat koordinasi akhir tahun di Balai Raya Semarak Bengkulu, Selasa 30 Desemebr 2026. Di hadapan unsur Forkopimda dan kepala OPD, Helmi mengungkapkan kekhawatirannya terhadap potensi banjir akibat pendangkalan sungai dan drainase tersumbat.
“Kita ingin melibatkan kabupaten dan kota terkait normalisasi siring dan sungai,” ujar Helmi.
Menurutnya, persoalan banjir tidak bisa ditangani sendiri oleh pemerintah provinsi. Sungai mengalir dari hulu hingga hilir, melewati berbagai wilayah dengan kewenangan berbeda.
Helmi telah meminta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bengkulu segera berkoordinasi dengan PU kabupaten dan kota. Tujuannya, memetakan kondisi sungai dari hulu ke hilir secara menyeluruh.
“Kita petakan mana kewenangan provinsi, mana kabupaten dan kota,” jelasnya.
Selain pendangkalan, Helmi juga menyoroti banyaknya bangunan yang berdiri di lokasi yang seharusnya steril, seperti bantaran sungai dan siring.
“Ini yang harus kita tertibkan bersama,” tegasnya.
Normalisasi sungai dan drainase dinilai penting untuk melindungi permukiman warga, lahan pertanian, dan fasilitas umum dari ancaman banjir.
Helmi optimistis, dengan sinergi lintas daerah dan lintas sektor, persoalan banjir bisa ditekan. Ia menekankan pentingnya komitmen bersama, bukan saling menyalahkan.
“Tahun 2025 kita sudah bekerja keras. Tahun 2026 kita harus lebih siap,” pungkas Helmi.
Pada hari yang sama Helmi Hasan menujukan keseriusannya dalam menjaga suungai yang ada di provinsi bengkulu dengan meluncurkan penanaman pohon serentak se- Provinsi bengklu yang melibatkan Pelaku usaha perkebunan dan pertambangan.
Wakil Gubernur Mian menambahkan, penataan lingkungan harus berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur lain. Jalan mulus tidak akan berarti jika setiap musim hujan masyarakat kebanjiran.
“Kita ingin pembangunan berkelanjutan,” katanya singkat.
Dengan fondasi capaian 2025, Pemprov Bengkulu berharap dapat melangkah lebih mantap pada 2026, membangun daerah yang aman, nyaman, dan berpihak pada rakyat.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









