Bupati Lebong Kembali Ekspedisi ke Telaga Puteri Tujuh Warna untuk Ketiga Kalinya

- Jurnalis

Minggu, 2 November 2025 - 15:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lebong, H. Azhari, SH, MH, bersama rombongan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) saat melakukan ekspedisi ke Telaga Puteri Tujuh Warna untuk ketiga kalinya, Sabtu (01/11/25).

Bupati Lebong, H. Azhari, SH, MH, bersama rombongan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) saat melakukan ekspedisi ke Telaga Puteri Tujuh Warna untuk ketiga kalinya, Sabtu (01/11/25).

Lebong – Bupati Lebong, H. Azhari, SH, MH, bersama rombongan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kembali melakukan ekspedisi ke Telaga Puteri Tujuh Warna untuk ketiga kalinya, Sabtu (01/11/25).

Telaga Puteri Tujuh Warna merupakan salah satu objek wisata alam andalan Kabupaten Lebong yang terkenal dengan keunikannya. Lokasi wisata ini berada di Kecamatan Rimbo Pengadang dengan luas area mencapai sekitar 50 hektar.

Keunikan Telaga Puteri Tujuh Warna terletak pada adanya tujuh warna air yang berbeda. Empat di antaranya berukuran besar, yaitu telaga berwarna biru, merah, putih, dan abu-abu. Sementara tiga lainnya berukuran lebih kecil dengan warna kuning, coklat, dan hitam.

Baca Juga :  Konflik Internal Golkar Bengkulu Memanas, PAW Ketua DPRD Digugat ke PN Jakarta Barat

Bagi pecinta wisata alam, menikmati keindahan dan ketenangan Telaga Puteri Tujuh Warna bisa menjadi pengalaman yang menakjubkan. Suasana sejuk dan warna-warni telaga yang memanjakan mata menjadikan tempat ini sebagai destinasi favorit untuk melepas penat.

Saat pertama kali memasuki kawasan wisata ini, pengunjung akan disambut dengan pemandangan telaga biru berdiameter sekitar 10 meter yang menjadi salah satu sumber air panas. Di sekitarnya terdapat telaga-telaga kecil lain yang berwarna kuning, coklat, dan hitam — menciptakan panorama yang unik dan memikat.

Untuk mencapai telaga merah, pengunjung cukup mengikuti aliran sungai kecil sejauh 200 meter dari telaga biru. Ukurannya lebih besar dan di atas permukaannya terlihat asap putih yang menambah kesan mistis. Sekitar 500 meter dari telaga merah, terdapat telaga abu-abu dengan diameter sekitar 4 meter yang berada di medan cukup menantang. Sedangkan telaga putih, yang merupakan telaga terbesar, memiliki diameter antara 50 hingga 100 meter.

Baca Juga :  Proyek Rekonstruksi di Lebong Tak Pakai APD? JMJKT: Abaikan Keselamatan Pekerja

Asal nama Telaga Puteri Tujuh Warna pun menyimpan kisah menarik. Konon, di telaga terbesar berwarna putih, masyarakat percaya bahwa menyebut kata “puteri” dapat memicu semburan air besar dari tengah danau. Karena kepercayaan itulah, tempat ini dinamakan Telaga Puteri Tujuh Warna.

Berita Terkait

Eks Kadis Pertambangan BU Dietapkan Tsk, Kejati Beri Sinyal Kaut Tsk Baru
Panitia Dibubarkan, Warisan Jamda VII Kaur Diharap Jadi Energi Baru Pembangunan SDM
MoU Bank Tanah Jadi Titik Balik, Bengkulu Bangun Ekonomi dari Aset Sendiri
Pelayanan Publik Bengkulu Berbenah, Gedung BPKB Baru Jadi Simbol Reformasi Layanan
Mars Kota Bengkulu dan Strategi Membangun Identitas Daerah
PH Minta Nilai Objektif, Fakta Sidang Tak Buktikan Eka Kacab Cucofindo Ada Unsur Korupsi
SK Gubernur Jadi Kunci, BPKAD Kebut Administrasi UP OPD Tahun 2026
Awal 2026, Polda Bengkulu Pastikan Harga Beras Aman dan Sesuai Aturan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 22:59 WIB

Eks Kadis Pertambangan BU Dietapkan Tsk, Kejati Beri Sinyal Kaut Tsk Baru

Rabu, 14 Januari 2026 - 00:14 WIB

Panitia Dibubarkan, Warisan Jamda VII Kaur Diharap Jadi Energi Baru Pembangunan SDM

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:37 WIB

MoU Bank Tanah Jadi Titik Balik, Bengkulu Bangun Ekonomi dari Aset Sendiri

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:51 WIB

Pelayanan Publik Bengkulu Berbenah, Gedung BPKB Baru Jadi Simbol Reformasi Layanan

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:14 WIB

Mars Kota Bengkulu dan Strategi Membangun Identitas Daerah

Berita Terbaru

Walikota  Bengkulu Dedy Wahyudi, menyatakan Mars Kota Bengkulu ditetapkan sebagai lagu wajib dalam acara resmi. Pemkot Bengkulu menilai lagu ini sebagai strategi membangun identitas dan kebersamaan warga

Bengkulu

Mars Kota Bengkulu dan Strategi Membangun Identitas Daerah

Selasa, 13 Jan 2026 - 20:14 WIB