RAKYATMERAHPUTIH – Dalam upaya memperkuat pengawasan keuangan daerah dan menutup celah korupsi, Pemerintah Provinsi Bengkulu meluncurkan gagasan strategis berupa sistem Implementasi e-Audit Terintegrasi (EDIT). Sistem yang digagas Inspektur Provinsi Bengkulu, Dr Heru Susanto, ini dipandang sebagai langkah revolusioner untuk mengubah cara kerja Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP).
Heru memaparkan EDIT dalam agenda Proyek Perubahan PKN Tingkat II Angkatan 27 di BPSDM Kalteng. Ia menegaskan bahwa pola audit yang selama ini berjalan tidak lagi mampu mengimbangi risiko penyimpangan anggaran yang semakin kompleks. Audit konvensional yang berbasis kertas, dilakukan setelah kegiatan selesai, dan mengandalkan sampling dianggap tidak cukup untuk zaman sekarang.
“Selama sistem manual diterapkan, risiko terjadinya kesalahan administrasi maupun potensi korupsi selalu muncul karena pengawasan datang terlambat,” kata Heru.
EDIT dibangun untuk menjawab persoalan itu. Sistem ini mengubah total orientasi pengawasan, dari post-audit menjadi proaktif. Melalui continuous auditing, data keuangan OPD dapat dipantau secara digital setiap saat. Begitu muncul indikasi penyimpangan, sistem langsung memberikan alert.
Heru menyatakan, sistem ini didesain bukan untuk menghukum, tetapi melindungi.
“Kita ingin kesalahan dicegah sebelum terjadi. EDIT adalah benteng baru pencegahan korupsi di Bengkulu.” katanya
EDIT tidak hanya menyentuh aspek teknis, tetapi juga dimaksudkan untuk memperkuat komitmen integritas seluruh jajaran pemerintah daerah. Dengan data yang transparan dan audit yang cepat, manipulasi anggaran menjadi semakin sulit dilakukan.
“Kebocoran anggaran dapat ditekan. Ini yang sebenarnya dibutuhkan jika kita ingin mewujudkan pemerintahan yang bersih dan kredibel,” ujarnya.
Sistem ini membantu pimpinan daerah mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK. Sementara bagi OPD, EDIT menjadi sarana pembinaan dan konsultasi yang berlangsung setiap hari. Tidak ada lagi rasa takut ketika auditor datang.
Heru menargetkan EDIT aktif sepenuhnya dalam dua tahun. “Ini investasi jangka panjang untuk memperkuat integritas Bengkulu,” tegasnya.









