RAKYATMERAHPUTIH – Bagi banyak anak di daerah, pendidikan kerap terancam oleh keterbatasan ekonomi. Namun harapan itu kembali menyala ketika beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) disalurkan kepada puluhan siswa di Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.
Ketua DPD RI, Sultan Baktiar Najamudin, hadir langsung menyerahkan bantuan tersebut dalam agenda reses dan kunjungan kerja ke daerah pemilihannya. Kehadirannya disambut antusias oleh para siswa SMKN 1 dan SMPN 5 Curup yang menjadi penerima manfaat.
“Beasiswa ini sangat dinantikan anak-anak di daerah. Pemerintah ingin memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal hanya karena masalah biaya,” kata Sultan.
Bagi siswa-siswa penerima, PIP bukan sekadar angka dalam rekening, melainkan peluang untuk terus bersekolah tanpa dihantui kekhawatiran biaya seragam, buku, atau kebutuhan belajar lainnya. Di wilayah seperti Rejang Lebong, bantuan ini menjadi jaring pengaman sosial yang nyata.
Sultan menilai, akses pendidikan yang adil adalah prasyarat utama untuk memutus mata rantai kemiskinan. Tanpa intervensi negara, anak-anak dari keluarga kurang mampu berisiko terjebak dalam lingkaran keterbatasan yang sama seperti orang tuanya.
“Negara harus hadir. Pendidikan adalah jalan paling rasional dan bermartabat untuk mengubah nasib,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi peningkatan anggaran pendidikan dalam APBN. Menurutnya, kebijakan tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah dalam membangun manusia Indonesia seutuhnya, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga kesehatan dan gizi.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kata Sultan, menjadi pelengkap penting dari kebijakan pendidikan. Anak yang sehat akan lebih siap belajar dan berkembang.
Dalam dialog dengan para siswa, Sultan mendorong mereka untuk tidak merasa minder sebagai anak daerah. Ia menegaskan bahwa kesempatan untuk sukses terbuka lebar selama ada kemauan belajar dan kerja keras.
“Anak-anak Bengkulu punya potensi besar. Jangan pernah merasa kalah hanya karena lahir di daerah,” pesannya.
Para orang tua menyampaikan rasa syukur atas bantuan tersebut. Mereka berharap program PIP terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak anak yang membutuhkan.
Penyaluran beasiswa ini menunjukkan bahwa keadilan sosial di bidang pendidikan bukan sekadar konsep, tetapi praktik nyata yang perlahan mengubah wajah masa depan anak-anak daerah.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









