Koperasi Merah Putih Disiapkan Jadi Pusat Sembako dan Hasil Bumi Warga Desa

- Jurnalis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koperasi Desa Merah Putih di Bengkulu disiapkan menjadi pusat sembako, pupuk dan penjualan hasil bumi masyarakat untuk memperkuat ekonomi desa.

Koperasi Desa Merah Putih di Bengkulu disiapkan menjadi pusat sembako, pupuk dan penjualan hasil bumi masyarakat untuk memperkuat ekonomi desa.

RAKYARMERAHPUTIH – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diluncurkan pemerintah pusat mulai dipersiapkan menjadi pusat ekonomi baru bagi masyarakat desa di Bengkulu. Selain menyediakan kebutuhan pokok, koperasi tersebut juga akan menjadi tempat penjualan hasil bumi masyarakat.

Peluncuran program dilakukan secara nasional oleh Presiden RI Prabowo Subianto melalui peresmian operasional 1.061 titik koperasi di seluruh Indonesia, Sabtu (16/5/2026).

Di Bengkulu, peluncuran dipusatkan di Kelurahan Padang Harapan, Kota Bengkulu, yang dihadiri unsur pemerintah daerah dan Forkopimda.

Kepala Staf Korem 041/Gamas, S. Sinabutar mengatakan koperasi merah putih dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat desa secara lengkap dalam satu tempat.

Menurutnya, koperasi nantinya akan menyediakan sembako, obat-obatan, pupuk hingga perlengkapan pertanian yang selama ini sulit dijangkau masyarakat di beberapa daerah.

“Semua kebutuhan masyarakat tersedia di koperasi, mulai dari sembako, apotek, pupuk dan kebutuhan pertanian,” kata Sinabutar.

Ia menjelaskan program tersebut tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan barang dengan harga lebih murah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi petani dan pelaku usaha desa.

Baca Juga :  Nelayan Kecil Terdesak, Pemerintah Diminta Hadir Lindungi Hak dan Wilayah Tangkap

Hasil pertanian, perkebunan hingga produk UMKM masyarakat nantinya dapat dijual langsung melalui koperasi desa sehingga distribusi hasil bumi menjadi lebih mudah.

“Produk hasil bumi masyarakat juga dijual di sana. Jadi koperasi ini bukan hanya tempat belanja, tetapi juga pusat ekonomi desa,” ujarnya.

Menurut Sinabutar, selama ini rantai distribusi barang dan hasil pertanian cukup panjang sehingga harga menjadi mahal di tingkat masyarakat. Dengan adanya koperasi desa, distribusi akan lebih singkat dan efisien.

“Harganya minimal bisa sama dengan pasar modern karena distribusinya lebih pendek,” jelasnya.

Program koperasi merah putih juga dinilai dapat membantu menekan inflasi daerah karena harga kebutuhan pokok masyarakat bisa lebih stabil.

Selain itu, keberadaan koperasi akan membantu petani mendapatkan pupuk dan kebutuhan pertanian lebih mudah tanpa harus membeli dengan harga tinggi.

Baca Juga :  Di Balik Molornya UMP 2026: Revisi Formula, Putusan MK, dan Stabilitas Politik

Pemerintah Provinsi Bengkulu sendiri menargetkan pembentukan 1.506 koperasi desa dan kelurahan di seluruh wilayah Bengkulu.

Jumlah tersebut merupakan penyesuaian dari target awal sebanyak 1.513 desa dan kelurahan karena beberapa desa digabung akibat jumlah penduduk yang sedikit.

Sementara itu, Asisten III Setda Provinsi Bengkulu, Nandar Munadi mengatakan saat ini progres pembangunan koperasi terus berjalan.

Ia menyebut sekitar 224 bangunan koperasi sudah selesai dibangun. Namun sebagian di antaranya belum beroperasi secara maksimal.

“Ada sekitar 200 bangunan yang sudah selesai tetapi belum dioperasionalkan,” ujar Nandar.

Pemerintah daerah saat ini terus mendorong percepatan operasional koperasi agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga masih menghadapi persoalan lahan pembangunan di sekitar 300 titik koperasi.

“Masih ada beberapa lokasi yang lahannya belum tersedia. Ini sedang dicarikan solusi,” jelasnya.

Menurut Nandar, pemerintah daerah bersama pihak terkait terus mencari jalan keluar agar seluruh target pembangunan koperasi dapat terealisasi.

Penulis : Handi Pratama

Editor : Windi Junius

Berita Terkait

Bekal dari Pelabuhan untuk Kampus, GM Pelindo Bengkulu Ajak Mahasiswa UNIB Bermimpi Besar
Dorong Tata Kelola Transparan, Kejati Bengkulu dan Pelindo Lanjutkan Kerja Sama Hukum
Pemprov Bengkulu Matangkan Verval KDMP, Siapkan Penandatanganan Serentak
Kekerasan Anak Tak Hanya Luka Fisik, Kejati Bengkulu Ajak Masyarakat Lebih Peka
Truk Batu Bara Tak Lewat Padang Serai, Pemprov Bengkulu Siapkan Kajian Jalur Khusus
Stok Pemerintah Makin Kuat, BULOG Genjot Penyerapan Hasil Panen Petani
PHRI Bengkulu Warning Satpol PP soal Sidak Hotel: Jangan Tanya Izin di Lapangan
Proses SK Perpanjangan Selesai Bulan Ini, BKD Fokus Optimalisasi PPPK Paruh Waktu
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Bekal dari Pelabuhan untuk Kampus, GM Pelindo Bengkulu Ajak Mahasiswa UNIB Bermimpi Besar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Dorong Tata Kelola Transparan, Kejati Bengkulu dan Pelindo Lanjutkan Kerja Sama Hukum

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Pemprov Bengkulu Matangkan Verval KDMP, Siapkan Penandatanganan Serentak

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Kekerasan Anak Tak Hanya Luka Fisik, Kejati Bengkulu Ajak Masyarakat Lebih Peka

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Stok Pemerintah Makin Kuat, BULOG Genjot Penyerapan Hasil Panen Petani

Berita Terbaru