RAKYATMERAHPUTIH – Di tengah harga beras yang masih melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET), masyarakat Bengkulu mendapat kabar yang cukup menenangkan. Aparat memastikan stok beras di pasaran masih aman dan tidak terjadi kelangkaan.
Pemantauan yang dilakukan Indagsi Ditreskrimsus Polda Bengkulu sejak awal Januari 2026 menunjukkan bahwa ketersediaan beras di pasar tradisional, grosir, dan ritel modern masih mencukupi. Aktivitas jual beli berjalan normal, tanpa antrean panjang atau kepanikan konsumen.
Kompol Jery Nainggolan menyebutkan bahwa meskipun harga masih relatif tinggi, kondisi pasar tetap stabil. Tidak ada indikasi gangguan pasokan maupun praktik penimbunan oleh pelaku usaha.
“Ketersediaan beras masih aman. Pasar berjalan normal. Memang ada harga di atas HET, tapi belum mengganggu stabilitas,” jelasnya.
Untuk mencegah harga terus naik, Polda Bengkulu akan berkoordinasi dengan Bulog guna menggelar operasi pasar murah. Langkah ini diharapkan mampu menambah pasokan beras dengan harga terjangkau, sehingga harga di tingkat pedagang bisa ditekan.
Operasi pasar ini juga menjadi bentuk kehadiran negara dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama bagi kelompok ekonomi menengah ke bawah yang sangat terdampak kenaikan harga kebutuhan pokok.
Selain itu, aparat kepolisian akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaku usaha agar tidak menaikkan harga secara tidak wajar. Jika ditemukan pelanggaran, tindakan tegas akan diambil sesuai ketentuan hukum.
Masyarakat pun diimbau agar tidak panik dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Pemerintah memastikan stok aman dan langkah pengendalian harga terus berjalan.
Dengan pengawasan ketat dan sinergi lintas instansi, diharapkan harga beras di Bengkulu bisa kembali stabil dalam waktu dekat.









