RAKYATMERAHPUTIH – Suasana berbeda tampak di rumah dinas Wakil Gubernur Bengkulu pada Kamis sore. Bukan pertemuan politik, bukan pula diskusi program, tetapi rombongan pemuda dan pelajar datang dengan semangat khas anak muda untuk mempersiapkan Natal 2025. Di antara senyum, saling sapa, dan kecanggungan khas generasi muda, mereka hadir membawa undangan resmi kepada Wagub Mian.
Perayaan Natal yang akan dilaksanakan pada 17 Desember di Gedung Serba Guna HKBP Lingkat Barat bukan hanya perayaan ritual tahunan. Bagi mereka, ini adalah ruang mempertemukan banyak kisah: perjalanan iman, persahabatan, dan kolaborasi organisasi kepemudaan.
Purwanto Pasaribu, Ketua GMKI Bengkulu, muncul sebagai motor penggerak. Ia bercerita bagaimana panitia terbentuk dari berbagai organisasi: GMKI, KNPI, Komisi Pemuda PGI Wilayah Bengkulu, hingga PBB. “Kami ingin membuat perayaan yang merangkul. Natal yang mengajak semua anak muda untuk hadir, bersekutu, dan bersyukur bersama,” ucapnya.
Ketika rombongan diterima Wagub Mian, suasana berubah lebih akrab. Mian mendengarkan setiap cerita tentang proses persiapan, tantangan pendanaan, hingga harapan agar pemerintah hadir secara moral dan fisik. Respons Mian pun menenangkan.
“Anak muda seperti kalian harus didukung. Pemerintah tentu akan memberi ruang dan membantu agar kegiatan berjalan baik,” katanya.
Bagi para pemuda, dukungan itu bukan sekadar soal bantuan material. Kehadiran pemerintah adalah pengakuan terhadap karya dan peran mereka dalam merawat kehidupan sosial-keagamaan di Bengkulu.
Di balik keramaian persiapan, ada optimisme bahwa Natal 2025 nanti bukan sekadar perayaan, tetapi juga pondasi untuk membangun dialog, persahabatan, dan kehadiran pemuda dalam kerja-kerja kemasyarakatan.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









