RAKYATMERAHPUTIH – Lonjakan aktivitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru 2026 membawa konsekuensi serius bagi pengelola pusat perbelanjaan. Bencoolen Mall menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian khusus, terutama terkait pengamanan dan arus lalu lintas.
Sejak awal libur, ribuan warga memadati mal ini setiap harinya. Aktivitas belanja, makan bersama keluarga, hingga sekadar berjalan-jalan membuat kepadatan tak terhindarkan. Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan ekstra dari manajemen.
Center Manager Bencoolen Mall, Ekawati Sinaga, mengatakan pihaknya telah mengantisipasi lonjakan tersebut sejak jauh hari.
“Kami sudah menyiapkan pengamanan tambahan. Jam lembur petugas keamanan ditambah, terutama pada jam padat pengunjung,” ujarnya.
Pengamanan tidak hanya difokuskan di dalam gedung. Area luar, termasuk pintu masuk dan akses parkir, menjadi perhatian utama. Untuk itu, manajemen menjalin koordinasi intensif dengan pihak kepolisian.
Salah satu langkah konkret yang diambil adalah penerapan sistem satu jalur di pintu masuk mal. Skema ini bertujuan mencegah penumpukan kendaraan, terutama pada sore hingga malam hari.
“Kami ingin memastikan pengunjung merasa aman dan nyaman sejak masuk area mal,” kata Eka.
Jika kondisi lalu lintas mulai padat, petugas akan menerapkan sistem buka tutup secara situasional. Langkah ini dinilai efektif untuk mengurai antrean kendaraan agar tidak meluber ke jalan utama.
Menurut Eka, sejauh ini arus lalu lintas di depan Bencoolen Mall masih relatif terkendali. Polanya hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya saat Nataru. “Selama pengaturan berjalan sesuai rencana, arus kendaraan tetap lancar,” tambahnya.
Dari sisi jumlah pengunjung, lonjakan memang cukup terasa. Pada hari biasa, pengunjung berkisar 35 ribu hingga 40 ribu orang per hari. Namun pada puncak libur, seperti 25 Desember, angka itu melonjak hingga 60 ribu orang.
Kepadatan ini tidak hanya berdampak pada lalu lintas, tetapi juga pada kenyamanan di dalam gedung. Karena itu, petugas keamanan disiagakan di titik-titik rawan, seperti eskalator, area food court, dan pintu masuk utama.
Selain pengamanan, manajemen juga memanfaatkan momen libur ini dengan menggelar berbagai program promosi. Jam operasional mal diperpanjang, disertai diskon besar-besaran hingga 70 persen.
Promo ini digelar pada 27 dan 31 Desember 2025. Berbagai tenant ikut serta, sehingga pengunjung memiliki banyak pilihan. “Promo ini menjadi salah satu daya tarik utama selama libur Nataru,” ujar Eka.
Menjelang malam pergantian tahun, Bencoolen Mall juga akan menggelar kegiatan sosial berupa penggalangan dana. Donasi tersebut akan disalurkan kepada korban bencana di Sumatera.
Langkah ini, menurut Eka, merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. “Kami ingin mal ini tidak hanya menjadi pusat belanja, tapi juga membawa manfaat bagi masyarakat luas,” tutupnya.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









