RAKYATMERAHPUTIH – Komitmen dunia usaha dalam menjaga kelestarian lingkungan kembali ditunjukkan PT Bio Nusantara Teknologi anak usaha dari grup PT Sandabi Indah Lestari (SIL). Tanpa menunggu waktu lama, perusahaan perkebunan ini langsung menindaklanjuti arahan Gubernur Bengkulu terkait perlindungan sempadan sungai dengan mengeksekusi tanaman sawit yang berada di bantaran Sungai Lemau.
Langkah tegas tersebut dilakukan sebagai bentuk kepatuhan terhadap kebijakan lingkungan yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Eksekusi penebangan sawit dilakukan bertepatan dengan Gerakan Penanaman Pohon Serentak yang dipimpin langsung Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan. Kegiatan itu disaksikan jajaran pemerintah daerah serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
General Manager PT Bio Nusantara Teknologi, Heru Wiratmana, menjelaskan bahwa menjaga sempadan sungai sejatinya telah menjadi prinsip perusahaan sejak awal beroperasi. Dari sisi agronomi, kawasan bantaran sungai memang tidak ideal untuk tanaman sawit karena berisiko merusak struktur tanah serta mengganggu ekosistem air.
“Sejak awal kami memang tidak melakukan replanting sawit di bantaran sungai. Arahan Pak Gubernur ini semakin mempertegas langkah perusahaan untuk fokus pada konservasi lingkungan,” ujar Heru.
Komitmen PT Bio tidak berhenti pada penebangan sawit semata. Perusahaan juga telah menyiapkan program lanjutan berupa penanaman tanaman ramah lingkungan di kawasan sempadan sungai. Salah satu tanaman yang dipilih adalah bambu betung, yang dikenal efektif menahan erosi, memperkuat struktur tanah, serta menjaga kestabilan aliran sungai.
Selain bambu, PT Bio juga merencanakan penanaman pohon buah-buahan yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar. Dengan demikian, upaya konservasi tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memberi manfaat jangka panjang bagi warga.
“Hingga saat ini, kami sudah menanam sekitar 2.000 bibit bambu di sempadan Sungai Lemau. Sementara di Kabupaten Bengkulu Utara, penanaman bambu sudah mencapai 4.000 bibit sejak April 2025,” jelas Heru.
Ia menambahkan, di pembibitan perusahaan masih tersedia sekitar 600 bibit bambu siap tanam. Hal ini menjadi bukti bahwa program konservasi yang dijalankan PT Bio bersifat berkelanjutan dan bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Komitmen ini berkelanjutan. Saat ini di pembibitan kami masih tersedia sekitar 600 bibit bambu yang siap ditanam. Program konservasi ini tidak berhenti hari ini saja,” ungkap Heru.
Langkah cepat dan nyata PT Bio Nusantara Teknologi ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Bengkulu. Perusahaan dinilai mampu menjadi contoh bahwa investasi dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan. Dengan pengelolaan yang bertanggung jawab, keberlanjutan usaha justru akan lebih terjaga dalam jangka panjang.
Gubernur Helmi Hasan menegaskan bahwa kebijakan perlindungan sempadan sungai bukan bertujuan menyalahkan pihak tertentu, melainkan membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga sungai sebagai sumber kehidupan masyarakat.
“Tadi kita sepakati, 50 meter dari bantaran Sungai Lemau tidak boleh ditanami sawit. Sawit yang sudah ada langsung dieksekusi sebagai simbol komitmen bersama,” ujar Helmi Hasan usai kegiatan.
Menurutnya, kawasan sempadan sungai seharusnya ditanami vegetasi yang mampu memperkuat tanah dan menjaga keseimbangan alam. Ia pun mengapresiasi respons cepat PT Bio yang dinilai sejalan dengan semangat konservasi berkelanjutan.
Eksekusi penebangan sawit dilakukan menggunakan alat berat dan mesin chainsaw. Bahkan, untuk memastikan kebijakan ini benar-benar dijalankan, Asisten II Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Pelaksana Tugas Sekda Bengkulu Tengah turut naik langsung ke alat berat. Langkah tersebut menjadi penegasan bahwa kebijakan konservasi tidak boleh dilaksanakan setengah-setengah.
“Kita sudah sepakat, kecuali tanaman seperti bambu yang justru dianjurkan. Alhamdulillah, PT Bio menyetujui dan langsung melaksanakan. Harapan kita, Bengkulu benar-benar menjadi wilayah konservasi,” tegas Helmi.
Dengan langkah konkret ini, PT Bio Nusantara Teknologi kian memperkuat citra dunia usaha sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga kelestarian alam. Sungai Lemau kini menjadi bukti bahwa kepatuhan terhadap aturan lingkungan dapat berjalan seiring dengan keberlangsungan investasi dan kesejahteraan masyarakat Bengkulu.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









