Mukomuko – Telan anggaran Rp14,4 miliar menjadi sorotan utama dalam peninjauan yang dilakukan Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Andy Suhary, S.E., M.Pd, di ruas jalan provinsi SP3 – Pondok Batu (Yamaja) sepanjang 3,7 kilometer, Jumat (14/11/25).
Infrastruktur ini menjadi kebutuhan mendesak masyarakat sehingga pengawasannya terus dikawal secara ketat oleh wakil rakyat tersebut.
Andy Suhary mengatakan bahwa turun langsung ke lapangan merupakan bagian dari tanggung jawab untuk memastikan kualitas pembangunan tetap sesuai harapan masyarakat.
“Kita kawal agar kualitas pekerjaan tetap baik dan masyarakat mendapatkan akses jalan yang layak. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Fungsi DPRD: Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan
Dalam kunjungan itu, Andy menegaskan bahwa langkah yang ia ambil merupakan implementasi dari tiga fungsi utama DPRD. Ia menyebut fungsi legislasi yang menyusun dan menetapkan peraturan daerah, fungsi anggaran dalam menentukan arah alokasi, serta fungsi pengawasan untuk memastikan program berjalan sesuai ketentuan.
“Hari ini yang kami lakukan adalah fungsi pengawasan atas apa yang telah kita perjuangkan tempo hari,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengawasan di lapangan penting dilakukan agar pembangunan tepat sasaran, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Mukomuko.
Proyek Infrastruktur 2026 Menyusul
Selain meninjau ruas SP3 – Pondok Batu, Andy Suhary memastikan bahwa pada tahun 2026 akan ada sejumlah pembangunan besar kembali dilaksanakan di Kabupaten Mukomuko, di antaranya:
- Pembangunan jalan ruas Lubuk Pinang – Penarik dengan anggaran Rp25 miliar
- Pembangunan Jembatan Pondok Batu dengan anggaran Rp5,5 miliar
“Insya Allah tahun 2026 pembangunan terus berlanjut. Kita ingin masyarakat Lubuk Pinang, Penarik, Pondok Batu, dan sekitarnya menikmati akses yang lebih baik, aman, dan nyaman,” kata Andy.
Ia berharap masyarakat terus memberikan dukungan dan turut mengawasi setiap proses pembangunan agar hasilnya optimal. DPRD Provinsi Bengkulu, lanjutnya, akan terus mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Bengkulu, khususnya Mukomuko.









