Menuju Target Perumbuhan Ekonomi 8 Persen Pemprov Perkuat UMKM

- Jurnalis

Kamis, 27 November 2025 - 18:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAKATMERAHPUTIH — Upaya Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk mencapai target pertumbuh ekonomi, Wakil Gubernur Bengkulu, Mian menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian daerah.

Target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen, sebagaimana diarahkan Presiden Prabowo Subianto, mendorong seluruh jajaran pemerintah daerah bekerja lebih agresif dalam memperkuat ekosistem usaha rakyat. Hal itu disampaikan Mian, saat menghadiri Rapat Koordinasi Infrastruktur Publik dan Pembiayaan KUR di Jakarta, Rabu (26/11).

Rapat yang mengusung tema “Optimalisasi Tempat Promosi dan Pengembangan Usaha Berbasis Infrastruktur Publik serta Pembiayaan KUR bagi UMKM” tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan nasional dan daerah. Diskusi mengerucut pada satu kesimpulan penting: penguatan UMKM harus dilakukan secara sistematis melalui infrastruktur publik, akses permodalan, serta ruang promosi yang layak dan berkelanjutan.

Dalam keterangannya, Wakil Gubernur Mian menegaskan bahwa Bengkulu kini menempatkan UMKM sebagai garda terdepan penguatan ekonomi daerah. Menurutnya, peningkatan kapasitas usaha mikro menjadi kunci untuk mendongkrak aktivitas ekonomi, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, hingga menekan tingkat kemiskinan.

“Hari ini saya hadir mengikuti Rakor Infrastruktur Publik dan Pembiayaan KUR untuk UMKM di Jakarta. Bengkulu saat ini sedang fokus mencapai target ekonomi 8 persen sebagaimana diminta oleh Bapak Presiden Prabowo,” ujar Mian.

Baca Juga :  Geledah Kantor ESDM, Kejati Bengkulu Perkuat Bukti Kasus Korupsi Tambang

Ia menilai bahwa UMKM Bengkulu sebenarnya telah menunjukkan perkembangan positif, terutama di titik-titik pusat keramaian, ruang publik, serta kawasan yang kini menjadi magnet aktivitas sosial masyarakat. Meski demikian, masih banyak tantangan yang harus dijawab pemerintah.

Menurut Mian, pengembangan infrastruktur publik yang mampu menopang aktivitas UMKM masih menjadi pekerjaan rumah besar. Ketersediaan ruang promosi yang representatif, akses bagi pelaku usaha di lokasi strategis, hingga tata kelola sentra UMKM masih perlu pembenahan lebih serius.

“Tempat-tempat pelayanan publik, tempat berkumpul anak muda yang ada pedagang UMKM-nya biasanya selalu ramai. Namun, ada juga beberapa lokasi UMKM yang posisinya stagnan — kadang ramai, kadang sepi. Tadi juga disampaikan trik-triknya dalam rapat ini, dan akan kita bawa ke Bengkulu sebagai bahan pembelajaran,” jelas Mian.

Ia menegaskan perlunya pendekatan yang lebih terstruktur, mulai dari penataan lokasi strategis, pembinaan pelaku UMKM, hingga integrasi dengan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar pelaku usaha benar-benar merasakan manfaat pembangunan ekonomi.

Baca Juga :  Di Balik Lonjakan 300 Persen Pajak Air Permukaan Bengkulu: Reformasi Perhitungan dan Efek Fiskal

Rapat koordinasi ini menitikberatkan pada dua pilar utama, kredit pembiayaan KUR yang ramah pelaku usaha kecil, serta infrastruktur publik yang mampu menjadi wadah berkembangnya produk-produk lokal. Pemerintah pusat mendorong daerah untuk memaksimalkan fasilitas KUR sebagai instrumen percepatan, terutama bagi pelaku usaha yang baru merintis atau ingin memperluas kapasitas produksi.

Dengan akses modal yang lebih mudah dan infrastruktur publik yang mendukung, UMKM Bengkulu diharapkan dapat menembus pasar yang lebih luas, meningkatkan daya saing, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat penting di tingkat nasional, antara lain. Wakil Menteri UMKM, Helvi Moraza. Deputi Bidang Usaha Mikro, Riza Damanik. Pejabat eselon di Kementerian UMKM RI. Perwakilan pemerintah daerah se-Indonesia. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menandai bahwa penguatan UMKM bukan lagi sekadar program, melainkan gerakan nasional yang harus dijalankan secara kolaboratif dari pusat hingga daerah. (**)

Berita Terkait

Eks Kadis Pertambangan BU Dietapkan Tsk, Kejati Beri Sinyal Kaut Tsk Baru
Panitia Dibubarkan, Warisan Jamda VII Kaur Diharap Jadi Energi Baru Pembangunan SDM
MoU Bank Tanah Jadi Titik Balik, Bengkulu Bangun Ekonomi dari Aset Sendiri
Pelayanan Publik Bengkulu Berbenah, Gedung BPKB Baru Jadi Simbol Reformasi Layanan
Mars Kota Bengkulu dan Strategi Membangun Identitas Daerah
PH Minta Nilai Objektif, Fakta Sidang Tak Buktikan Eka Kacab Cucofindo Ada Unsur Korupsi
SK Gubernur Jadi Kunci, BPKAD Kebut Administrasi UP OPD Tahun 2026
Awal 2026, Polda Bengkulu Pastikan Harga Beras Aman dan Sesuai Aturan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 22:59 WIB

Eks Kadis Pertambangan BU Dietapkan Tsk, Kejati Beri Sinyal Kaut Tsk Baru

Rabu, 14 Januari 2026 - 00:14 WIB

Panitia Dibubarkan, Warisan Jamda VII Kaur Diharap Jadi Energi Baru Pembangunan SDM

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:37 WIB

MoU Bank Tanah Jadi Titik Balik, Bengkulu Bangun Ekonomi dari Aset Sendiri

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:51 WIB

Pelayanan Publik Bengkulu Berbenah, Gedung BPKB Baru Jadi Simbol Reformasi Layanan

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:14 WIB

Mars Kota Bengkulu dan Strategi Membangun Identitas Daerah

Berita Terbaru

Walikota  Bengkulu Dedy Wahyudi, menyatakan Mars Kota Bengkulu ditetapkan sebagai lagu wajib dalam acara resmi. Pemkot Bengkulu menilai lagu ini sebagai strategi membangun identitas dan kebersamaan warga

Bengkulu

Mars Kota Bengkulu dan Strategi Membangun Identitas Daerah

Selasa, 13 Jan 2026 - 20:14 WIB