RAKYATBENGKULU — Proyek TPA Regional Bengkulu dipastikan menjadi salah satu pembangunan strategis yang akan mengubah struktur ruang pengelolaan sampah ditiga wilayah sekaligus—Kota Bengkulu, Bengkulu Tengah, dan Seluma. Dengan memanfaatkan lahan eks HGU PT Bumi Rafflesia Indah, pemerintah menata ulang kawasan seluas lebih dari 307 hektare menjadi pusat aktivitas baru yang mencakup pendidikan, mitigasi bencana, olahraga, dan pengelolaan lingkungan.
Dari total kawasan itu, 40 hektare dialokasikan khusus untuk pembangunan TPA Regional yang dirancang dengan standar modern.
Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, menegaskan bahwa pembahasan alokasi lahan kini melibatkan BPN untuk memastikan seluruh fasilitas yang direncanakan memiliki ruang memadai.
“Kita letakkan TPA Regional tepat di tengah ketiga daerah agar efisien dan memberi dampak ekonomi lebih luas,” terang Tejo.
Keberadaan TPA Regional di koridor tol Bengkulu dinilai akan menghidupkan kawasan baru, mengingat akses jalan yang memadai akan menarik investasi logistik, industri daur ulang, hingga usaha kecil yang berbasis pengelolaan sampah.
Pengolahan sampah modern yang direncanakan memungkinkan sampah diolah menjadi pupuk organik, refuse derived fuel (RDF), atau bahan bakar industri. Jika dimaksimalkan, hal ini berpotensi menjadi sumber pendapatan daerah baru dan membuka lapangan kerja.
Pemprov Bengkulu menargetkan penyusunan Amdal dan DED rampung dalam waktu dekat, sebelum diajukan ke KLHK dan Kementerian PUPR untuk mendapatkan pendanaan APBN. Pemprov memastikan akses jalan menjadi tanggung jawab daerah, sementara pembangunan fisik TPA akan dikerjakan pemerintah pusat.
Dengan meningkatnya efektivitas pengelolaan sampah, biaya operasional pemerintah daerah dapat ditekan. Selain itu, pengolahan sampah menjadi bahan bakar industri membuka peluang kemitraan antara TPA Regional Bengkulu dengan sektor manufaktur dan energi.
Kombinasi antara infrastruktur modern, potensi ekonomi, dan pengelolaan lingkungan menjadi alasan TPA Regional akan menjadi proyek paling penting bagi masa depan tata kota Bengkulu.
Penulis : Windi
Editor : Redaksi









