RAKYATMERAHPUTIH = Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan perkembangan besar di berbagai daerah Indonesia. Hingga pertengahan Mei 2026, sebanyak 1,84 juta masyarakat telah menerima manfaat dari operasional ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikembangkan Polri.
Program tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kasatgas Makan Bergizi Gratis Polri, Nurworo Danang menyampaikan hal itu menjelang peresmian 166 SPPG oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Menurut Nurworo, hingga 13 Mei 2026 Satgas MBG Polri telah mengembangkan sebanyak 1.376 SPPG di berbagai wilayah Indonesia.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 736 SPPG sudah aktif beroperasi dan memberikan layanan makanan bergizi kepada masyarakat.
“Program ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia,” ujar Nurworo.
Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, program tersebut juga membuka peluang kerja baru.
Polri mencatat hampir 36.800 tenaga kerja telah terserap dalam operasional SPPG yang tersebar di berbagai daerah.
Tenaga kerja itu berasal dari berbagai sektor mulai dari pengolahan makanan, distribusi, administrasi, hingga pengelolaan logistik pangan.
Menurut Nurworo, pengembangan SPPG dilakukan secara bertahap agar pelayanan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Saat ini terdapat 172 SPPG yang sedang dalam tahap persiapan operasional serta 468 lainnya masih dalam proses pembangunan.
Sebanyak 435 SPPG dibangun di kawasan aglomerasi, sedangkan 33 lainnya berada di daerah terpencil.
Polri ingin memastikan masyarakat di daerah pelosok juga mendapatkan akses terhadap makanan bergizi yang layak.
Dalam operasionalnya, seluruh SPPG menerapkan standar keamanan pangan yang ketat.
Mulai dari proses produksi, pengolahan, hingga distribusi makanan diawasi secara ketat untuk menjaga kualitas makanan yang diterima masyarakat.
SPPG juga didukung sertifikasi higiene sanitasi, keamanan pangan, dan halal.
Polri bahkan mulai memanfaatkan teknologi Compressed Natural Gas (CNG) untuk mendukung operasional yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Selain fokus pada pelayanan makanan bergizi, Polri juga memperkuat program ketahanan pangan melalui pembangunan gudang sentral dan ekosistem pangan terpadu.
Program itu meliputi greenhouse, pekarangan pangan bergizi, kolam bioflok, serta kerja sama dengan petani dan pelaku usaha lokal.
Saat ini sudah dibangun 18 gudang ketahanan pangan di 12 Polda di Indonesia.
Tahun ini Polri juga berencana menambah 10 gudang baru guna menjaga stabilitas pasokan pangan nasional.
Peresmian 166 SPPG nantinya dilakukan secara serentak di 24 Polda jajaran melalui sambungan daring dari masing-masing wilayah.
Kegiatan itu didukung Forkopimda, Bhayangkari, relawan, tenaga ahli gizi, dan tim operasional lapangan.
Selain agenda peresmian, Presiden Prabowo juga dijadwalkan menghadiri Panen Raya Jagung Kuartal II di Kabupaten Tuban.
Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat swasembada pangan nasional.
Kegiatan juga dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan gudang ketahanan pangan untuk mendukung distribusi hasil produksi secara berkelanjutan.
Menurut Nurworo, seluruh langkah yang dilakukan Polri merupakan bentuk dukungan terhadap program strategis pemerintah.
“Ketahanan pangan dan pemenuhan gizi adalah fondasi utama membangun generasi Indonesia yang sehat dan kuat,” ujarnya.
Polri berharap program MBG dapat terus berkembang dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas di seluruh Indonesia.









