BENGKULUBEROMETER – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional Provinsi Bengkulu kembali menegaskan wajah politik yang membumi. Selasa (30/12/2025), PAN menggelar doa bersama sekaligus penyerahan santunan anak yatim secara serentak di seluruh wilayah Bengkulu. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, yang dilaksanakan serempak di seluruh Indonesia.
Di Bengkulu, kegiatan dipusatkan oleh DPW PAN dengan melibatkan seluruh DPD PAN kabupaten dan kota. Total sebanyak 1.300 anak yatim menerima santunan dalam kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan tersebut.
Ketua DPW PAN Provinsi Bengkulu, Helmi Hasan, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ikhtiar spiritual yang diyakini memiliki kekuatan besar bagi bangsa.
“Ini arahan langsung Ketua Umum PAN. Kita yakin, doa yang dipanjatkan bersama anak-anak yatim akan menjadi energi positif bagi Indonesia. Doa mereka adalah doa yang tulus dan mustajab,” ujar Helmi Hasan.
Untuk tingkat provinsi, DPW PAN Bengkulu menyalurkan 300 paket santunan yang berisi sembako lengkap, mulai dari beras, minyak goreng, mi instan, roti, susu kaleng, hingga santunan tunai. Sementara di tingkat DPD kabupaten dan kota, masing-masing menyalurkan minimal 100 santunan, sehingga total mencapai 1.300 anak yatim.
Helmi menegaskan, tujuan utama kegiatan ini adalah mendoakan Indonesia agar senantiasa diberkahi, dijauhkan dari musibah, serta tetap kuat menghadapi tantangan zaman.
“Kita ingin Indonesia menjadi negeri yang dijaga Allah. Tidak mudah terpecah, tidak mudah diadu domba, dan tetap kokoh hingga masa depan,” tegasnya.
Menurut Helmi, kegiatan santunan anak yatim bukan hal baru bagi PAN di Bengkulu. Partai berlambang matahari terbit itu dikenal rutin turun langsung membantu masyarakat, jauh sebelum momentum politik.
“Di Bengkulu, masyarakat sudah tahu. PAN sudah sering melakukan kegiatan sosial seperti ini. Ini bukan kegiatan dadakan,” katanya.
Helmi juga menambahkan, nilai-nilai kepedulian yang dijalankan PAN sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Bengkulu. Saat ini, Pemprov Bengkulu memiliki program orang tua asuh bagi sekitar 5.000 anak yatim tingkat SMA, sementara bupati dan wali kota membina sekitar 1.200 anak yatim tingkat SMP ke bawah.
“Ini tanggung jawab moral kita bersama. Anak yatim bukan hanya tanggung jawab keluarga, tapi tanggung jawab sosial,” pungkasnya.









