RAKYATRMERAHPUTIH – Duta HIV/AIDS Provinsi Bengkulu menyampaikan keprihatinan terhadap meningkatnya kasus HIV AIDS di wilayah Bengkulu. Berdasarkan laporan akhir Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu tahun 2025 melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), tercatat sebanyak 262 kasus HIV AIDS ditemukan di Provinsi Bengkulu, dengan mayoritas penderitanya berada pada usia produktif.
Dari data tersebut, kelompok dengan penyebaran tertinggi terjadi pada LSL (Laki-laki Seks dengan Laki-laki). Kondisi ini menjadi perhatian serius, mengingat kelompok usia produktif merupakan generasi yang berperan penting dalam pembangunan daerah.
Duta HIV/AIDS Provinsi Bengkulu menegaskan bahwa tingginya angka kasus ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat. Kurangnya pemahaman, stigma sosial, serta rendahnya kesadaran untuk melakukan tes HIV secara rutin menjadi faktor yang mempercepat penyebaran virus ini.
Rayhan saifullah ( Ketua umum Ikatan duta hiv aids provinsi bengkulu“menegaskan bahwa Edukasi dan keterbukaan informasi menjadi kunci utama dalam menekan angka penyebaran HIV AIDS. Masyarakat perlu memahami bahwa HIV tidak menular melalui interaksi sosial biasa, sehingga stigma terhadap penderita harus dihilangkan,” ujarnya.
Sebagai langkah preventif, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya perilaku hidup sehat, menghindari perilaku berisiko, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Selain itu, peran keluarga, lingkungan, dan lembaga pendidikan sangat penting dalam memberikan pemahaman sejak dini mengenai bahaya HIV AIDS.
Duta HIV AIDS Provinsi bengkulu juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama berperan aktif dalam upaya pencegahan, dengan cara menyebarkan informasi yang benar, mendukung program pemerintah, serta tidak mendiskriminasi orang dengan HIV AIDS (ODHA).
“Mari kita bersama menghentikan penyebaran HIV AIDS dengan meningkatkan kepedulian, pengetahuan, dan solidaritas. Dengan langkah kecil dari setiap individu, kita dapat melindungi generasi masa depan Bengkulu dari ancaman HIV AIDS,” tutupnya.









