RAKYATMERAHPUTIH – Musyawarah Daerah (Musda) II Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Bengkulu yang berlangsung Selasa (27/1/2026) tidak hanya menetapkan ketua baru, tetapi juga membahas agenda besar organisasi dalam waktu dekat, termasuk peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dan Hari Ulang Tahun (HUT) JMSI ke-6.
Dalam Musda tersebut, Dedi Hardiansyah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua JMSI Bengkulu periode 2025–2030. Salah satu komitmen yang langsung disampaikan adalah kesiapan JMSI Bengkulu untuk berpartisipasi aktif dalam perayaan HPN dan HUT JMSI yang dipusatkan di Banten tahun ini.
“JMSI Bengkulu akan hadir untuk memeriahkan Hari Pers Nasional sekaligus ulang tahun JMSI,” ujar Dedi.
Ia menyampaikan bahwa peringatan HPN dan HUT JMSI bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi ajang konsolidasi nasional organisasi perusahaan media. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bertemunya pengurus pusat dan daerah untuk menyatukan visi dalam menghadapi tantangan industri pers.
Dalam Musda, persiapan HPN dan HUT JMSI telah dibahas dan disepakati sebagai bagian dari agenda penting organisasi. Dedi menilai keikutsertaan JMSI Bengkulu merupakan bentuk dukungan terhadap gerakan nasional JMSI dalam memperkuat peran media siber di Indonesia.
“JMSI lahir tidak terlepas dari peran daerah. Deklarator JMSI dan Sekjen kita juga berasal dari daerah,” katanya.
Ia menegaskan bahwa daerah memiliki peran strategis dalam perjalanan organisasi JMSI sejak awal berdiri hingga kini. Karena itu, partisipasi JMSI Bengkulu dalam kegiatan nasional menjadi simbol keterlibatan aktif daerah dalam pembangunan organisasi.
Selain agenda nasional, Dedi juga menekankan pentingnya konsolidasi internal setelah Musda. Penyusunan kepengurusan baru akan segera dilakukan agar roda organisasi berjalan efektif.
“Yang pertama kita selesaikan pengurus dan program kerja, kemudian kita jalankan secara bertahap,” ujarnya.
Ia juga kembali menyinggung tantangan dunia pers di era teknologi digital dan kecerdasan buatan. Menurutnya, momentum HPN dan HUT JMSI harus dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen perusahaan media terhadap profesionalisme dan etika jurnalistik.
Sementara itu, Ketua JMSI Bengkulu periode sebelumnya, Riki Susanto, menyatakan tetap akan berada di barisan organisasi untuk mendukung kepengurusan baru.
“Saya hanya berhenti sebagai ketua, namun kita tetap saling bantu dan berjalan bersama,” katanya.
Ia mengajak seluruh anggota JMSI Bengkulu untuk menjaga kekompakan dan mendukung setiap program yang telah dirancang oleh pengurus baru.
Dengan terpilihnya ketua baru dan kesiapan mengikuti agenda nasional, JMSI Bengkulu menunjukkan semangat kebersamaan dan kesinambungan organisasi. Musda II menjadi titik penting dalam memperkuat struktur internal sekaligus menegaskan posisi JMSI Bengkulu sebagai bagian dari jaringan nasional perusahaan media siber.
Partisipasi dalam HPN dan HUT JMSI ke-6 diharapkan tidak hanya mempererat hubungan antaranggota, tetapi juga memperkuat peran JMSI Bengkulu dalam mendorong media yang profesional, berdaya saing, dan berkontribusi bagi masyarakat.









