PLTA Musi Diguncang Kasus Korupsi, Kejati Bengkulu Kirim Sinyal Keras ke Mafia Proyek

- Jurnalis

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasus dugaan korupsi AVR PLTA Musi jadi sorotan nasional. Kejati Bengkulu kirim sinyal keras ke mafia proyek BUMN.

Kasus dugaan korupsi AVR PLTA Musi jadi sorotan nasional. Kejati Bengkulu kirim sinyal keras ke mafia proyek BUMN.

RAKYATMERAHPUTIH – Kasus dugaan korupsi AVR System PLTA Musi bukan sekadar perkara hukum biasa. Ini menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang bermain-main dengan proyek strategis negara.

Penggeledahan di Bengkulu, Palembang, dan Jakarta menunjukkan keseriusan Kejaksaan Tinggi Bengkulu membongkar dugaan praktik kotor di balik proyek kelistrikan. Publik menilai langkah ini sebagai sinyal bahwa mafia proyek mulai kehilangan ruang aman.

“Kami bergerak berdasarkan alat bukti,” tegas Kasi Penyidikan Pola Martua Siregar. Ia menegaskan, proses hukum tidak akan berhenti di penggeledahan semata.

Baca Juga :  Kredit Bank Bengkulu Naik Rp400 Miliar, Dorong Pertumbuhan UMKM di Bengkulu

Dugaan mark up dalam proyek AVR berpotensi menimbulkan kerugian berlapis. Selain keuangan negara, risiko teknis pada sistem pembangkit bisa berdampak langsung pada masyarakat sebagai pengguna listrik.

Langkah awal yang  dilakukan oleh Kejati Bengkulu yakni menggeledah Kantor Unit Bisnis Pembangkitan Bengkulu di kawasan PLTA Musi, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Kepahiang. Dua lokasi lain berada di Palembang, Sumatera Selatan, serta Jakarta yang diduga berkaitan langsung dengan proses pengadaan proyek strategis kelistrikan tersebut.

Baca Juga :  Warga Lebong Diduga Jadi Korban TPPO

Dalam penggeledahan tersebut, penyidil berhasil mengamankann dokumen meliputi berkas kontrak, administrasi pengadaan, hingga dokumen teknis proyek. Semua akan diuji untuk membuktikan dugaan mark up harga dan penyimpangan prosedur.

“Ada beberapa dokumen penting yang kami sita, namun secara rinci belum bisa kita ungkapkan,”  sampainya.

Menurut Kasi Penyidikan Kejati Bengkulu, Pola Martua Siregar, penggeledahan dilakukan setelah perkara naik status dari penyelidikan ke penyidikan.

“Kasu dugaan Korupsi ini telah kita naikan setatus menjadi pentidikan,”  ungkapnya

Berita Terkait

Bekal dari Pelabuhan untuk Kampus, GM Pelindo Bengkulu Ajak Mahasiswa UNIB Bermimpi Besar
Dorong Tata Kelola Transparan, Kejati Bengkulu dan Pelindo Lanjutkan Kerja Sama Hukum
Pemprov Bengkulu Matangkan Verval KDMP, Siapkan Penandatanganan Serentak
Kekerasan Anak Tak Hanya Luka Fisik, Kejati Bengkulu Ajak Masyarakat Lebih Peka
Truk Batu Bara Tak Lewat Padang Serai, Pemprov Bengkulu Siapkan Kajian Jalur Khusus
Stok Pemerintah Makin Kuat, BULOG Genjot Penyerapan Hasil Panen Petani
PHRI Bengkulu Warning Satpol PP soal Sidak Hotel: Jangan Tanya Izin di Lapangan
Proses SK Perpanjangan Selesai Bulan Ini, BKD Fokus Optimalisasi PPPK Paruh Waktu
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Bekal dari Pelabuhan untuk Kampus, GM Pelindo Bengkulu Ajak Mahasiswa UNIB Bermimpi Besar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Dorong Tata Kelola Transparan, Kejati Bengkulu dan Pelindo Lanjutkan Kerja Sama Hukum

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Pemprov Bengkulu Matangkan Verval KDMP, Siapkan Penandatanganan Serentak

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Kekerasan Anak Tak Hanya Luka Fisik, Kejati Bengkulu Ajak Masyarakat Lebih Peka

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Stok Pemerintah Makin Kuat, BULOG Genjot Penyerapan Hasil Panen Petani

Berita Terbaru