RAKYATMERAHPUTIH – Sebanyak 62 ASN dari 11 organisasi perangkat daerah (OPD) mengikuti Retret Merah Putih angkatan ke-VIII yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Dengan selesainya angkatan ini, total peserta yang telah mengikuti program tersebut mencapai 448 ASN dan PPPK.
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, mengatakan bahwa Retret Merah Putih bukan sekadar kegiatan ibadah, tetapi juga sarana membangun sinergi antarpegawai lintas OPD.
“Peserta berasal dari berbagai OPD. Mereka dilatih untuk bermusyawarah, bekerja sama, dan memiliki kepedulian sosial yang sama,” ujar Herwan.
Retret Merah Putih dilaksanakan selama 72 jam penuh di rumah ibadah. Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti pola latihan ibadah yang terstruktur, mulai dari salat berjamaah, dzikir, membaca Al-Qur’an, hingga diskusi keagamaan.
Menurut Herwan, pendekatan ini bertujuan membangun kesadaran bahwa tugas ASN tidak hanya administratif, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral kepada masyarakat.
Selain pembinaan rohani, peserta juga dilibatkan dalam kegiatan sosial di sekitar masjid. Mereka mendata warga yang membutuhkan perhatian, seperti anak yatim, warga kurang mampu, rumah tidak layak huni, dan masyarakat yang belum memiliki jaminan kesehatan.
Koordinator Retret Merah Putih, Syariandi, mengatakan bahwa hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menyusun langkah tindak lanjut melalui program yang ada.
“Kegiatan ini menjadi jembatan antara ASN dan masyarakat. Apa yang ditemukan di lapangan bisa langsung dilaporkan kepada OPD terkait,” ujarnya.
Ia menambahkan, keikutsertaan pejabat eselon II dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen pimpinan daerah untuk terlibat langsung dalam pembinaan aparatur.
“Kami ingin seluruh ASN merasakan pengalaman yang sama, tanpa memandang jabatan,” kata Syariandi.
Program ini juga menjadi ruang refleksi bagi ASN dalam menjalankan tugasnya sebagai pelayan masyarakat. Dengan suasana yang lebih tenang dan jauh dari rutinitas kantor, peserta diajak untuk mengevaluasi diri serta memperbaiki sikap kerja.
Pemerintah Provinsi Bengkulu menilai Retret Merah Putih mampu memperkuat nilai kebersamaan dan gotong royong di kalangan ASN. Hal ini penting untuk mendukung pelaksanaan program pembangunan daerah yang membutuhkan kerja sama lintas sektor.
Dengan semakin banyaknya ASN yang mengikuti program ini, diharapkan akan terbentuk budaya kerja yang lebih humanis dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Herwan berharap nilai-nilai yang ditanamkan selama retret dapat menjadi bekal ASN dalam menjalankan tugas sehari-hari.
“Kami ingin ASN Bengkulu menjadi aparatur yang beriman, berakhlak, dan dekat dengan masyarakat,” ujarnya.









