Inflasi Bengkulu Terkendali, TPID Diminta Waspadai Lonjakan Harga Pangan

- Jurnalis

Senin, 26 Januari 2026 - 20:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meski inflasi Bengkulu masih terkendali di angka 2,77 persen, TPID diminta mewaspadai inflasi pangan akibat tingginya permintaan dan keterbatasan produksi cabai dan ayam ras.

Meski inflasi Bengkulu masih terkendali di angka 2,77 persen, TPID diminta mewaspadai inflasi pangan akibat tingginya permintaan dan keterbatasan produksi cabai dan ayam ras.

RAKYATMERAHPUTIH – Kondisi inflasi di Provinsi Bengkulu hingga akhir tahun 2025 masih berada dalam kategori aman. Inflasi tercatat sebesar 2,77 persen secara tahunan (year on year), sesuai dengan target nasional yang ditetapkan pemerintah pusat.

Namun, pemerintah daerah mengingatkan bahwa tantangan pengendalian inflasi ke depan masih cukup besar, terutama pada sektor pangan. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Capacity Building TPID Provinsi Bengkulu di Hotel Santika Bengkulu, Senin 26 Januari 2026.

Pj Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, mengatakan bahwa inflasi pangan menjadi perhatian utama karena sangat dipengaruhi oleh permintaan masyarakat dan keterbatasan sentra produksi.

“Komoditas seperti cabai dan daging ayam ras masih rawan mengalami lonjakan harga. Ini perlu diantisipasi sejak dini,” ujar Herwan.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan konsumsi masyarakat seiring pemulihan ekonomi dapat mendorong naiknya permintaan bahan pokok. Jika pasokan tidak mencukupi, harga di pasar akan mudah bergejolak.

Baca Juga :  Polda Lampung Pastikan Hukuman Maksimal untuk Pelaku Penembakan Bripka Arya

Untuk itu, TPID diminta terus memperkuat sinergi dengan program nasional, khususnya Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Program ini mendorong daerah agar lebih mandiri dalam menjaga pasokan pangan strategis.

Pemerintah Provinsi Bengkulu mendorong agar TPID terus melakukan inovasi, termasuk memperkuat data harga, memperluas kerja sama antardaerah, dan mengembangkan produksi pangan lokal.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan Bengkulu tidak hanya mampu menjaga inflasi tetap rendah, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah dalam jangka panjang.

“Pengendalian inflasi bukan pekerjaan satu hari. Ini adalah kerja berkelanjutan demi melindungi daya beli masyarakat,” pungkas Herwan

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menyatakan bahwa keberhasilan pengendalian inflasi harus dirasakan hingga ke tingkat kabupaten dan kota.

Baca Juga :  Diduga Simpan Amunisi Ilegal, Dua Pria di Yahukimo Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

“Stabilitas harga di tingkat provinsi harus diikuti oleh stabilitas di daerah. Masyarakat di pasar harus benar-benar merasakan manfaatnya,” kata Wahyu.

Melalui kegiatan capacity building, TPID kabupaten dan kota dibekali pemahaman tentang pelaporan singkat atau one page summary serta penyusunan program unggulan yang fokus pada kebutuhan daerah masing-masing.

Menurut Wahyu, pelaporan yang ringkas dan terarah akan memudahkan pengambilan keputusan dalam menghadapi potensi gejolak harga.

Herwan Antoni menambahkan bahwa pengendalian inflasi juga berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Pada triwulan III 2025, ekonomi Bengkulu tumbuh sebesar 4,56 persen, menunjukkan tren positif.

“Pertumbuhan ekonomi yang baik harus dijaga dengan stabilitas harga. Kalau harga tidak stabil, masyarakat akan paling terdampak,” ujarnya.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Kaesang Datang ke Bengkulu, PSI Perkuat Fondasi Politik Jelang Pemilu 2029
Bengkulu Incar Investasi Triliunan, Sektor Wisata hingga Udang Vaname Dilirik Investor Asing
Dari 15 Kandidat, Pansel Siapkan 10 Nama Calon Pimpinan Baznas Bengkulu untuk Dikirim ke Pusat
Prestasi Dinsos Bengkulu Utara Jadi Motivasi Tingkatkan Pelayanan untuk Masyarakat
Pasokan BBM Dipastikan Aman, Pertamina Minta Masyarakat Tidak Panik Meski Harga Pertamax Naik
Aktivis: Sufmi Dasco Ahmad Perkuat Supremasi Sipil dan Jaga Aspirasi Rakyat di DPR
Indonesia dan Arab Saudi Sepakat Perkuat Teknologi Pengamanan Haji
Final Sesama Atlet Polri, Bukti Kekuatan Indonesia di SEA Police Badminton Championship 2026
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 21:17 WIB

Kaesang Datang ke Bengkulu, PSI Perkuat Fondasi Politik Jelang Pemilu 2029

Senin, 6 Juli 2026 - 18:25 WIB

Bengkulu Incar Investasi Triliunan, Sektor Wisata hingga Udang Vaname Dilirik Investor Asing

Senin, 6 Juli 2026 - 17:31 WIB

Dari 15 Kandidat, Pansel Siapkan 10 Nama Calon Pimpinan Baznas Bengkulu untuk Dikirim ke Pusat

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:36 WIB

Prestasi Dinsos Bengkulu Utara Jadi Motivasi Tingkatkan Pelayanan untuk Masyarakat

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:58 WIB

Pasokan BBM Dipastikan Aman, Pertamina Minta Masyarakat Tidak Panik Meski Harga Pertamax Naik

Berita Terbaru

Bengkulu

JPU Minta Latifa Ditahan Usai Dituntut 4,5 Tahun Penjara

Selasa, 21 Jul 2026 - 23:39 WIB