Modus Barcode Ganda Terbongkar, Operator SPBU Seluma Terancam 6 Tahun Penjara

- Jurnalis

Kamis, 22 Januari 2026 - 23:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAKYATMERAHPUTIH – Penyidik Ditreskrimsus Polda Bengkulu mengungkap fakta baru dalam kasus penyelewengan BBM subsidi di Kabupaten Seluma. Operator SPBU berinisial PD tidak hanya menjual Pertalite secara ilegal, tetapi juga menggunakan modus barcode ganda untuk mengelabui sistem.

Menurut Kasubdit Tipidter Kompol Mirza Gunawan, penggunaan lebih dari satu barcode menjadi kunci utama tersangka dalam menjalankan aksinya. Dengan cara ini, pengisian BBM subsidi seolah-olah dilakukan oleh konsumen yang berbeda.

“Modus barcode ini digunakan sejak awal 2025,” ungkap Mirza.

Dengan modus tersebut, tersangka bisa mengisi BBM subsidi hingga 105 liter per hari tanpa menimbulkan kecurigaan berlebihan. BBM itu kemudian disimpan dalam jeriken dan dijual kembali ke warung-warung sekitar Kecamatan Talo.

Baca Juga :  Produksi Tambang MBLB Bengkulu Mulai Diawasi Ketat, Perusahaan Wajib Lapor Berkala

Pengungkapan kasus ini menjadi bukti bahwa penyalahgunaan teknologi dalam distribusi BBM subsidi masih menjadi celah serius. Polisi menilai, tanpa pengawasan ketat, modus serupa berpotensi terjadi di daerah lain.

Saat OTT dilakukan, polisi tidak hanya mengamankan tersangka, tetapi juga menyita sejumlah barang bukti penting. Di antaranya 10 jeriken berisi total 340 liter Pertalite, satu unit mobil, empat barcode, serta selang yang digunakan untuk memindahkan BBM.

Seluruh barang bukti kini diamankan di Mapolda Bengkulu. Sementara itu, tersangka PD harus mendekam di sel tahanan untuk menjalani proses hukum.

Baca Juga :  Seleksi SPPI Bengkulu Dikebut Hingga Akhir Mei, Setiap Hari Ratusan Peserta Ikut Tes

Atas perbuatannya, PD dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana diubah melalui UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja. Ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara dan denda Rp60 miliar menanti tersangka.

Polda Bengkulu menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik penyalahgunaan BBM subsidi. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan di SPBU.

Kasus ini diharapkan menjadi pelajaran penting bahwa BBM subsidi adalah hak masyarakat yang harus dijaga bersama, bukan ladang keuntungan segelintir oknum.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Bekal dari Pelabuhan untuk Kampus, GM Pelindo Bengkulu Ajak Mahasiswa UNIB Bermimpi Besar
Dorong Tata Kelola Transparan, Kejati Bengkulu dan Pelindo Lanjutkan Kerja Sama Hukum
Pemprov Bengkulu Matangkan Verval KDMP, Siapkan Penandatanganan Serentak
Kekerasan Anak Tak Hanya Luka Fisik, Kejati Bengkulu Ajak Masyarakat Lebih Peka
Truk Batu Bara Tak Lewat Padang Serai, Pemprov Bengkulu Siapkan Kajian Jalur Khusus
Stok Pemerintah Makin Kuat, BULOG Genjot Penyerapan Hasil Panen Petani
PHRI Bengkulu Warning Satpol PP soal Sidak Hotel: Jangan Tanya Izin di Lapangan
Proses SK Perpanjangan Selesai Bulan Ini, BKD Fokus Optimalisasi PPPK Paruh Waktu
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Bekal dari Pelabuhan untuk Kampus, GM Pelindo Bengkulu Ajak Mahasiswa UNIB Bermimpi Besar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Dorong Tata Kelola Transparan, Kejati Bengkulu dan Pelindo Lanjutkan Kerja Sama Hukum

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Pemprov Bengkulu Matangkan Verval KDMP, Siapkan Penandatanganan Serentak

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Kekerasan Anak Tak Hanya Luka Fisik, Kejati Bengkulu Ajak Masyarakat Lebih Peka

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Stok Pemerintah Makin Kuat, BULOG Genjot Penyerapan Hasil Panen Petani

Berita Terbaru